Teknologi Bukan Hanya Inovasi, Pemberdayaan Jadi Bagian Penting

oleh -480 Dilihat
CEO vivo Indonesia, Gary Huang.(Foto: istimewa)

JAKARTA, bisnisjogja.id – vivo Indonesia memperkuat komitmen jangka panjang untuk Indonesia melalui keterlibatan aktif pada kegiatan Global Business Summit on Belt and Road Infrastructure Investment for Better Business, Better World, and Sustainable Development Goals (”the Summit”).

Pembukaan kegiatan pada 25 Mei 2025 di Jakarta dan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, United Nations Global Compact ”Sustainable Infrastructure for the Belt and Road Initiative to Accelerate the SDGs” Action Platform (UNGC BRI Action Platform).

Selain itu, THK Forum, United in Diversity Foundation (UID), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), International Chamber of Commerce (ICC), UN Global Compact Network Indonesia (IGCN), dan Sustainable Development Solutions Network (SDSN).

”Ini menandai momentum penting bagi pemulihan ekonomi global dan aksi iklim yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap CEO vivo Indonesia, Gary Huang, Jumat (30/5/2025).

Ratusan Tokoh

Ia menjelaskan, pada summit tersebut hadir lebih dari 300 tokoh lintas sektor, pemerintah, dunia usaha, akademisi, lembaga internasional, dan LSM, untuk merumuskan langkah konkret dalam pembangunan infrastruktur berkelanjutan di bawah inisiatif Belt and Road (BRI).

Seiring BRI memasuki dekade baru, fokus utama forum memastikan kerja sama yang berkualitas tinggi, berstandar global, dan berprinsip berkelanjutan.

”Kami hadir sebagai satu-satunya brand smartphone yang berbagi praktik terbaik dan dampak jangka panjang dalam pembangunan sosial dan digital Indonesia, membuktikan bahwa teknologi tidak hanya soal inovasi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat,” papar Gary.

Ia menegaskan, nilai sebuah perusahaan bukan hanya soal angka pertumbuhan, tetapi tentang dampak bagi masyarakat. Perusahaannya meyakini bahwa teknologi harus mempermudah.

”Di vivo, kami percaya teknologi seharusnya membantu kehidupan sehari-hari. Lewat langkah-langkah nyata, kami ingin hadir di tengah kebutuhan masyarakat dan memberi manfaat yang nyata,” tandas Gary.

Ia juga memaparkan program ”vivo NexGen Scholar”, sebuah inisiatif pendidikan multi-tahun yang telah berjalan sejak awal 2025 bersama Hoshizora Foundation dan PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya).

Hingga saat ini, program tersebut telah menjaring puluhan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia untuk memperoleh bekal keterampilan digital masa depan pada bidang seperti informatika, data science, dan teknik komunikasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.