JOGJA, bisnisjogja.id – Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) resmi menjadi lokasi peluncuran pertama ALGARI, perangkat photo bio reactor buatan startup lokal yang dirancang untuk menyerap karbon dioksida (CO2) dari udara secara efisien melalui teknologi mikroalga.
Peluncuran menandai kolaborasi penting antara inovator lokal, otoritas transportasi, dan sektor lingkungan dalam mendukung ekosistem transportasi udara yang lebih ramah lingkungan.
Founder ALGARI, Jodie Senoatmojo memaparkan konsep serta teknologi di balik perangkat tersebut. ALGARI mampu menyerap hingga dua ton CO2 per tahun, setara dengan kemampuan serapan sekitar 80 pohon dewasa.
”Kami percaya bahwa teknologi ini bisa menjadi solusi nyata dalam pengendalian emisi karbon, terutama di titik-titik padat aktivitas seperti bandara,” ungkap Jodie.
Bandara Hijau
General Manager Bandara YIA, Ruly Artha menyatakan bahwa inisiatif tersebut sejalan dengan komitmen Bandara YIA untuk menjadi pelopor bandara hijau di Indonesia.
”Dengan rata-rata emisi mencapai 2,8 kg CO2 per penumpang, pengintegrasian teknologi carbon capture seperti ALGARI adalah bagian dari strategi jangka panjang kami untuk mengurangi dampak lingkungan dan mewujudkan bandara rendah karbon,” paparnya.

Dukungan kuat juga datang dari pemerintah daerah, yang diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup DIY, Kusno Wibowo. Ia menyampaikan upaya penghijauan juga terus berjalan. Pada tahun 2024, pihaknya melakukan penanaman 560 bibit pohon di kawasan Bandara.
Hal itu dibuktikan dengan kualitas udara ambien di Bandara Internasional Yogyakarta. Berdasarkan hasil pemantauan Semester II 2024, seluruh parameter udara seperti SO2, NO2, CO, O3, dan partikulat (PM10) berada di bawah ambang baku mutu sesuai Permen LH No 12 Tahun 2010.
Ini menunjukkan bahwa operasional YIA tidak memberikan tekanan signifikan terhadap kualitas udara lokal, dan upaya mitigasi kami berjalan efektif.
Inovasi
Wakil Ketua Umum Kadin DIY, Robby Kusumaharta menyampaikan bahwa kehadiran ALGARI merupakan momentum penting bagi sektor swasta untuk lebih aktif dalam aksi lingkungan.
”Inovasi seperti ini harus terus didukung karena selain berdampak langsung pada lingkungan, juga membuka ruang baru untuk ekonomi hijau yang kompetitif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Acara juga dihadiri oleh Rahadi Saptata Abra (WKU Lingkungan Hidup Kadin DIY), Arif Effendi (WKU Pariwisata Kadin DIY) dan Tim Apriyanto (Kompat Kesekretariatan Kadin DIY).
Mereka sepakat untuk menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan industri pariwisata dan berkomitmen kuat untuk mendorong inovasi dan terobosan dalam upaya melindungi lingkungan.





