JAKARTA, bisnisjogja.id – Tunjangan Hari Raya (THR) sudah turun bagi seluruh pekerja. Penerima harus waspada karena penipuan digital selalu mencari sasaran terutama menjelang Lebaran.
Kondisi itu membuat penyedia solusi identitas digital VIDA meluncurkan kampanye nasional bertajuk ”Jangan Asal Klik”. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap lonjakan penipuan digital saat para pekerja menerima THR.
Data menunjukkan risiko penipuan meningkat tajam saat aktivitas transaksi digital masyarakat mencapai puncak. Pelaku kejahatan memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran untuk menyusupkan modus penipuan yang terlihat sangat meyakinkan.
VIDA merilis whitepaper bertajuk ”VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook” sebagai panduan literasi digital. Laporan tersebut menyoroti pola ”payday pulse” atau peningkatan risiko penipuan setiap tanggal gajian.
Direktur Pengawasan Komdigi, Teguh Afriyadi, mencatat rata-rata terdapat 1.700 laporan scam setiap harinya. Ia menegaskan bahwa tren penipuan sangat bergantung pada momentum hari raya dan libur sekolah.
Aplikasi Pesan Paling Rawan
”Aplikasi pesan singkat menjadi kanal paling rawan dengan total laporan mencapai 396.691 kasus. Media sosial menempati urutan kedua sebagai sarana penyebaran tautan berbahaya dan dokumen palsu,” ungkap Teguh.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kerugian masyarakat akibat penipuan digital menembus angka Rp 9,1 triliun. Modus kejahatan ini meliputi phishing, investasi bodong, hingga rekayasa sosial berbasis kecerdasan buatan (AI).
COO VIDA, Victor Indajang, menyebut penipuan digital kini telah berkembang menjadi industri yang sangat terorganisir. Ia meminta masyarakat untuk selalu berhenti sejenak dan melakukan verifikasi sebelum mengeklik tautan apa pun.
”Kami mengingatkan jangan membagikan kode OTP, PIN, atau mengunduh file APK dari sumber tidak dikenal. Verifikasi ulang tetap menjadi langkah krusial meski pesan tersebut mengatasnamakan orang terdekat atau instansi resmi,” tegas Victor.
Sebagai solusi teknologi, VIDA menghadirkan sistem pertahanan berlapis seperti FaceToken dan PhoneToken. Layanan autentikasi biometrik ini berfungsi menekan risiko pengambilalihan akun secara ilegal oleh peretas.
Masyarakat kini dapat mengakses panduan lengkap anti-scam melalui laman resmi ”Where’s The Fraud VIDA”. Kampanye ini mengajak lintas generasi untuk membangun kebiasaan digital yang lebih aman demi melindungi aset finansial keluarga.







