JAKARTA, bisnisjogja.id – Desa Wisata Kreatif Terong di Pulau Belitung, yang lahir dari transformasi kawasan pascatambang timah, kini menjadi rebutan dua kampus besar. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersaing ketat untuk mengabdikan diri di desa tersebut melalui ajang Genera-Z Berbakti 2026.
Desa Terong memiliki daya tarik unik karena terletak di jalur utama pariwisata Belitung dengan lanskap alam yang sangat beragam. Mulai dari pantai berpasir putih, hutan bakau, perbukitan granit, hingga area perkebunan rakyat dan lahan bekas tambang timah yang telah berhasil direklamasi.
Namun di balik potensinya, desa tersebut menghadapi tantangan serius seperti tren penurunan wisatawan, krisis air bersih, dan pengelolaan sampah yang belum optimal. Selain itu, minimnya inovasi produk UMKM, rendahnya partisipasi pemeriksaan kesehatan lansia, serta kurangnya minat belajar bahasa asing menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Ekonomi dan Pariwisata
Melihat kondisi tersebut, tim UIN Bandung dan UGM sama-sama membidik Desa Terong sebagai lokasi implementasi program. Kedua tim mahasiswa ini terdorong untuk berkolaborasi dengan warga lokal demi mendukung keberlanjutan ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut.
Meski mengusung misi yang sama, kedua kampus membawa pendekatan dan perspektif yang berbeda. Kompetisi tajam ini berfokus pada efektivitas solusi yang mereka tawarkan untuk mengatasi masalah riil yang dihadapi masyarakat Desa Terong.
Tim UIN Bandung, yang bernama Desa Hidup, datang dengan konsep smart eco-tourism. Mereka menawarkan tiga program utama, yaitu Eco Living System berupa filtrasi air material lokal dan pengelolaan sampah berbasis gamifikasi, sistem pemetaan wisata berbasis AI dan IoT bertenaga surya, serta Eco-cultural showcase.
Dongkrak Kesejahteraan
Di kubu lawan, Tim Laskar Selasik dari UGM mengandalkan inovasi berbasis green-blue economy untuk mendongkrak kesejahteraan warga. UGM menjagokan program Terong eco-cycle untuk pengelolaan sampah hulu-hilir menggunakan biopori dan rumah maggot, revitalisasi branding melalui Terong XPLORE, serta pagelaran budaya Festival Cerite Terong.
Ajang ini merupakan bagian dari komitmen Bakti BCA dalam menjembatani kontribusi nyata generasi muda terhadap desa binaan. BCA berharap program yang terpilih nantinya mampu memberikan dampak signifikan terhadap kemajuan dan kemandirian ekonomi di Desa Wisata Kreatif Terong.
”Kami berharap tim yang mendapatkan kesempatan merealisasikan idenya bisa menyumbangkan ide bermanfaat untuk kemajuan ekonomi di sana. BCA berharap Genera-Z Berbakti hadir sebagai penghubung antara mahasiswa dan masyarakat luas,” ujar EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn.
Kedua tim dipastikan akan saling beradu gagasan pada babak final Genera-Z Berbakti 2026 yang ditayangkan pertengahan Juni di YouTube @SolusiBCA. Selain penilaian juri, masyarakat juga dapat berpartisipasi melalui voting di Instagram @goodlifebca mulai 21 Mei hingga 5 Juli mendatang untuk menentukan Fan Favourite Team.





