,

Dian Ariani SE MM: “UMKM Harus Berusaha Naik Kelas”

oleh -1398 Dilihat
Dian Ariani, SE., MM (Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY)

JOGJA, bisnisjogja.id – Kontribusi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) terhadap perekonomian sungguh nyata. Jumlah UMKM di Indonesia maupun di DIY mencapai 99 persen dari total unit usaha. Pada tahun 2023 pelaku usaha UMKM mencapai sekitar 66 juta. Kontribusi UMKM mencapai 61 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia atau setara Rp9.580 triliun (KADIN Indonesia, 2024).

Semua pihak sepakat bahwa UMKM secara bertahap harus dapat naik kelas. Menurut Dian Ariani (Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY), UMKM naik kelas  setidaknya ditandai dengan, pertama, UMKM sudah mempunyai ijin usaha dan NPWP.

Kedua, Sudah memisahkan antara keuangan usaha dan keuangan pribadi/keluarga. Ketiga,  mempunyai tempat usaha yang tetap. Keempat, sudah ada pembagian kerja di masing-masing bagian. Kelima, sudah dapat mengakses pembiayaan dari perbankan.

“Untuk dapat naik kelas, UMKM harus belajar untuk mengelola usaha sesuai tata kelola usaha yang baik dan ada niat yang kuat serta bersedia bekerja keras untuk mewujudkannya,” ujar Dian yang juga Bendahara KADIN DIY.

Menurut Dian, UMKM harus secara bertahap belajar menerapkan fungsi manajemen sesuai dengan kemampuan yang ada. Untuk itu, sewajarnya jika UMKM masih perlu pelatihan dan pendampingan dalam menjalankan usahanya.

Dian Ariani bersama suami olah raga lari

Pemangku kepentingan, baik Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi, Lembaga Non-Pemerintah serta Perbankan, tetap dibutuhkan untuk mendorong UMKM naik kelas.

”Kolaborasi antara pemangku kepentingan dalam mendorong UMKM naik kelas diperlukan agar hasilnya leboh optimal,” tegas Dian ibu dari dua anak.

Menurut Dian, untuk mendukung pengembangan UMKM di DIY, Bank BPD DIY memiliki UKM Center yang dapat melayani pelaku usaha, mulai konsultasi bisnis sampai pengajuan kredit.

”Tuntutan saat ini dan ke depan agar dapat naik kelas maka UMKM harus melek digital,” tegas Dian Ariani.

Selanjutnya dengan menerapkan digitalisasi usaha, misalnya dalam pembayaran dan pembayaran, maka diharapkan ada akselerasi untuk naik kelas. Menueut Dian, penerapan teknologi digital dapat menjadikan usaha lebih efisien baik dari aspek biaya dan waktu.

Bank BPD DIY tidak hanya melayani kredit bagi UMKM namun juga melakukan pelatihan dan pendampingan UMKM termasuk penerapan teknologi digital. Menurut Dian, literasi dan layanan digital juga diberikan kepada UMKM.

”Disamping ikut memasarkan produk UMKM binaan melalui berbagai pameran, pimpinan dan karyawan Bank BPD DIY secara rutin juga membeli produk UMKM binaan tersebut,”  jelas Dian yang juga Bendahara ISEI Cabang Yogyakarta. Secara periodik, pihaknya mengundang  UMKM ke kantor dan produknya dibeli oleh jajaran pimpinan dan karyawan Bank BPD DIY.

”Saya yakin pelaku UMKM yang ulet dan tidak cepat menyerah, tetap bersedia belajar dan terus berinovasi akan mempercepat proses naik kelas,” ujar penghobi lari dan gowes tersebut.

Selanjutnya untuk dapat naik kelas, pelaku UMKM pada tahap awal diperlukan kurasi untuk dipilih UMKM yang paling siap untuk naik kelas. Dengan proses kurasi, UMKM yang potensial dapat dipacu dengan lebih cepat untuk naik kelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.