JOGJA, bisnisjogja.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY menyelenggarakan ”20 Tahun Refleksi Gempa DIY” untuk mengenang gempa terjadi gempa bumi yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006. Acara dengan tema ”Solidaritas dan Kebersamaan” tersebut berlangsung di Poenokawan Café & Resto, Yogyakarta, Senin malam, (25/05/2026).
Acara dihadiri sejumlah pengurus Kadin DIY antara lain Robby Kusumaharta, Gunarta Adibrata, Hermawan Ardianto, Dian Ari Ani, Tim Apriyanto, Eddy Poerjanto, Heroe Poerwadi, Rommy Heryanto dan Y Sri Susilo.
Juga hadir Wawan Harmawan (Wawali Yogyakarta), Bayudono (Mantan Kepala Bappeda DIY), Mudrajad Kuncoro (Guru Besar UGM), Widihasto Wasana Putra (Ketua Sekber Keistimewaan DIY) dan perwakilan relawan yang terlibat penanganan pascagempa. Tamu yang hadir dalam acara tersebut mencapai 125 orang.
Acara diawali dengan doa bersama oleh sejumlah pemuka agama. Hadir dan memimpin doa adalah KH Abdul Halim (Islam), Rama Ig Sukawalyana Pr (Katolik), Paulus Kristiyanto (Kristen), Wayan Suarsana (Hindu), Jiyono (Budha) dan Eka Putra (Konghuchu).
Terlibat Penanganan Gempa
”Pada saat terjadi gempa bumi tahun 2006, sehari setelah kejadian langsung berkoordinasi dengan Pemda DIY melalui Pak Bayudono selaku Kepala Bappeda DIY saat itu,” ungkap Robby Kusumaharta (WKU Koordinator Bidang 1 Kadin DIY) dalam sambutan mewakili Ketua Umum Kadin DIY.
Menurut Robby, merespons positif keterlibatan Kadin DIY untuk ikut terlibat penanganan korban pascagempa dengan memberikan dukungan fasilitasi ruang kesekretariatan untuk rapat koordinasi.
”Kadin DIY berperan strategis sebagai motor penggerak pemulihan ekonomi dan pendampingan UMKM pascagempa,” jelas Robby. Keterlibatan tersebut direalisasikan melalui beberapa langkah konkret untuk menuju ”Jogja Bangkit”.
Pemulihan Sentra Ekonomi
Pertama, pendampingan UMKM. Kadin DIY memfasilitasi pemulihan sentra-sentra ekonomi akar rumput yang hancur, termasuk memberikan bantuan modal, pelatihan, dan dukungan akses pasar agar kegiatan usaha masyarakat dapat beroperasi kembali.

Kedua, penyaluran bantuan logistik. Bekerja sama dengan jaringan pengusaha, Kadin DIY menggalang dana dan menyalurkan bantuan darurat, termasuk perlengkapan tenda pengungsian, penyediaan air bersih, serta bantuan sandang hasil produksi UMKM lokal.
Selanjutnya Robby juga menyatakan bahwa pengalaman dan model mitigasi pascabencana yang diterapkan oleh KADIN DIY pada tahun 2006 tersebut bahkan dijadikan cetak biru (blueprint) kelembagaan. Pengetahuan dan informasi tersebut terus dibagikan oleh KADIN DIY untuk membantu pemulihan wilayah terdampak bencana lainnya di Indonesia.
Penanganan dan Pemulihan
”Saya diberi tugas oleh Gubernur untuk mengordinasi penanganan dan pemulihan pascagempa,” jelas Bayudono.
Menurutnya, Selaku Kepala Bappeda DIY, memimpin koordinasi dukungan pemulihan dan penanggulangan darurat, termasuk merumuskan Rencana Aksi Pasca Gempa bumi di wilayah DIY. Selanjutnya juga menyusun Bappeda DIY juga menyusun buku profil kebencanaan sebagai media Pengurangan Risiko Bencana (PRB) untuk wilayah DIY,
Dari hasil dialog dari beberapa sukarelawan dapat diperoleh catatan sebagai berikut. Pertama, penanganan dan pemulihan pascagempa DIY 2026 dapat dilakukan dengan lebih cepat optimal karena adanya sinergi dan kolaborasi yang baik antara pemerintah (pusat dan daerah) dengan seluruh pemangku kepentingan dunia usaha, perguruan tinggi, perbankan, TNI/POLRI, media dan komunitas masyarakat.
Kedua, faktor modal sosial (kepercayaan, jariangan serta nilai dan norma sosial) yang tinggi dimasyarakat menjadi upaya penanganan dan pemulihan pascagempa dapat berjalan dengan baik.
”Dalam acara tersebut juga dilakukan pemotongan tumpeng yang dilakukan perwakilan pengurus Kadin DIY dan diberikan kepada perwakilan 6 pemuka agama yang hadir,” jelas Y Sri Susilo (WKU Bidang Kominfodigi Kadin DIY).







