JOGJA, bisnisjogja.id – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Iqbal Shoffan Shofwan mengungkapkan tantangan berat perdagangan. Tantangan tersebut yakni penguatan dalam bidang usaha, khususnya perizinan sekaligus menciptakan lingkungan usaha yang teratur.
”Saya ingin memberikan dampak yang baik bagi masyarakat,” tandas Iqbal yang merupakan alumni Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Dirinya memiliki prioritas untuk menjalankan program di Kemendag selama masa kepemimpinannya 2024-2029. Salah satu hal yang ingin ia fokuskan berkaitan dengan perencanaan penguatan dalam bidang usaha, khususnya perizinan sekaligus menciptakan lingkungan usaha yang teratur.
Strategi lainnya terkait program perdagangan dalam negeri antara lain pengamanan pasar dalam negeri dengan terus memastikan keterjangkauan harga, dalam hal ini harga minyak goreng.
Naikkan UMKM
Tak ketinggalan perluasan pasar dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) agar dapat memenuhi standar ekspor. Juga meningkatkan UMKM berdaya saing serta terus memfasilitasi pemasaran produknya secara konvensional maupun digital.
Meskipun berlatar belakang hubungan internasional, ia mengatakan mahasiswa HI UMY dapat berkarir tidak hanya di Kementerian Luar Negeri. Mereka bisa menerapkan pola pikir dapat bekerja di bidang apa saja.
”Lulusan HI secara prinsip bisa bekerja di bidang manapun yang penting terus belajar dan membentuk karakter, bekerja dengan cerdas, ikhlas, tuntas. Juga terus meningkatkan kompetensi diri, belajar hal-hal yang baru serta asah kemampuan bahasa asing,” tandas Iqbal.





