Limbah Kaca Bernilai Ekonomi, Sarana Edukasi Pengelolaan Sampah

oleh -697 Dilihat
PELATIHAN: Warga mengikuti pelatihan pemanfaan limbah kaca.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Belum banyak yang memanfaatkan limbah kaca. Masyarakat bingung, limbah tersebut untuk apa. Biasanya hanya menjadi sampah, dibuang atau ditimbun.

Kondisi tersebut membuat Tim dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang diketuai Dr Ratih Herningtyas, melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat di Desa Wisata Kadisoro Nyawiji Dadi Siji (Dewi Kajii), Gilangharjo, Pandak, Bantul.

Salah satu program unggulan mereka yakni pelatihan pembuatan aquascape dari limbah botol kaca. Pemanfaatannya membawa dampak ekonomi bagi warga.

Fahlul Mukti sebagai narasumber memberikan pelatihan melalui presentasi dan praktik langsung (workshop) agar masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan sekaligus keterampilan dalam mengelola sampah.

Potensi Besar

Ratih mengungkapkan, hasil survei tim pengusul menunjukkan bahwa pengelolaan sampah di Dewi Kajii masih bersifat temporer dan digerakkan oleh pemuda. Sampah umumnya hanya dijual, tanpa diolah lebih lanjut untuk meningkatkan nilai jual.

Padahal, limbah plastik dan kaca berpotensi besar didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya aquascape.

LIMBAH: Salah satu bentuk pemanfaatan limbah kaca menjadi aquascape.(Foto: istimewa)

”Limbah plastik atau kaca sebenarnya bisa diolah menjadi aquascape, yaitu seni menata ikan hias, tanaman air, batu, kayu, dan elemen lain,” papar Ratih.

Menurutnya, pengolahan sampah menjadi aquascape bukan hanya memberi nilai tambah ekonomi, tetapi juga dapat dijadikan sarana edukasi bagi wisatawan yang berkunjung ke Dewi Kajii.

Teknologi Sederhana

Dalam pelatihan, Fahlul menjelaskan strategi pemilahan sampah dan tahapan inovasi pemanfaatan limbah. Menurutnya, pembuatan aquascape bisa dilakukan dengan teknologi sederhana maupun kompleks, bergantung pada jenis bahan yang digunakan.

”Aquascape bisa dibuat dari botol minuman bersoda ukuran satu liter dengan peralatan sederhana seperti lem tembak, gunting, dan solder. Khusus model berbahan kaca, diperlukan peralatan khusus seperti laser cutter,” ujarnya.

Selain itu, botol galon air mineral juga dapat dimodifikasi menjadi aquascape menggunakan sisa kayu, dengan bantuan alat gerinda untuk proses pemotongan.

Pelatihan dapat membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah sampah plastik dan kaca menjadi produk bernilai ekonomi. Hasil karyanya tidak hanya bermanfaat untuk memelihara ikan hias, tetapi juga dapat dijadikan aktivitas edukasi bagi wisatawan.

Program itu merupakan bagian dari Hibah Pengabdian Masyarakat skema Program Pemberdayaan Masyarakat yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek RI) tahun 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.