JOGJA, bisnisjogja.id – Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (Apklindo) merupakan wadah resmi bagi para pengusaha dan badan usaha yang bergerak di bidang jasa kebersihan atau cleaning service di Indonesia. Fungsi utamanya menjadi tempat kolaborasi, perjuangan, dan pembinaan bagi perusahaan jasa kebersihan agar dapat tumbuh secara profesional dan jujur.
Dewan Pengurus Daerah Apklindo DIY adalah wadah asosiasi bagi perusahaan-perusahaan penyedia layanan kebersihan profesional di wilayah DIY. Asosiasi ini berfokus pada pengembangan bisnis cleaning service agar semakin eksis, kompeten, dan profesional.
Rini Subekti saat ini memimpin kepengurusan untuk masa bakti 2025–2030, melanjutkan estafet kepemimpinan asosiasi. Di bawah kepengurusan baru, DPD Apklindo DIY aktif mendorong anggotanya untuk bertransformasi, termasuk melakukan adaptasi terhadap perkembangan sistem perpajakan dan memastikan kompentensi tenaga kerja melalui uji sertifikasi.
Visi utamanya, menciptakan badan usaha jasa cleaning service nasional yang profesional, jujur, bertanggung jawab, dan berdaya saing tinggi.
Uji Kompetensi
Berkaitan dengan hal tersebut, DPD Apklindo DIY menyelenggarakan uji kompetensi untuk calon tenaga klining servis di Hotel Cakra Kusuma, Yogyakarta, Sabtu (06/06/2026). Uji kompetensi tenaga merupakan penilaian resmi Standar Uji Kompetensi BNSP cleaning service yang mengukur keterampilan, pengetahuan, dan sikap kerja berdasarkan SKKNI.

”Tujuannya memastikan profesionalisme dalam menggunakan alat, menangani bahan kimia, serta menjaga keselamatan kerja”, jelas Rini Subekti dalam sambutan pembukaan,” ujar Rini.
Menurutnya, uji kompetensi tidak hanya menilai kemampuan fisik, tetapi mencakup tiga aspek penting yakni (1) Pengetahuan (knowledge) yang mencakup pemahaman jenis bahan kimia, alat kebersihan, dan Standard Operating Procedure (SOP). (2) Keterampilan (skill) yang mencakup teknik membersihkan berbagai medan area secara cepat, tepat, dan efisien. (3) Sikap Kerja (attitude) yang terdiri dari kedisiplinan, kerapian, keramahan (penerapan budaya 5S: Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun), dan kepatuhan K3.
Manfaat Sertifikasi
”Setidaknya ada dua manfaat sertifikasi kompetensi. Pertama, bagi tenaga kerja menjadi bukti sah keahlian tingkat nasional, meningkatkan daya saing di pasar kerja, serta membuka peluang jenjang karir dan penyesuaian gaji yang lebih baik,” jelas Rini,
Kedua, bagi perusahaan yaitu menjamin kualitas pelayanan jasa kebersihan kepada klien, menjaga standar kebersihan gedung, dan meminimalkan risiko kecelakaan kerja.
Acara pembukaan uji kompetensi dihadiri sejumlah perwakilan dari organisasi atau lembaga terkait. Hadir antara lain Edwin Ismedi Hilma (Ketua Komite Tetap Bidang Industri dan Pariwisata Kadin DIY), Reni Ekawati Chasanah (Kepala Bidang Pembinaan Pelatihan, Standardisasi, dan Pemagangan/P2SP di Disnakertrans) DIY, Salva Yurivan (Dewan Penasehat Apklindo DIY) dan Suhidi (Dewan Penasehat Apklindo DIY).
”DPD Apklindo DIY berkomitmen untuk membantu standardisasi keahlian pekerja lewat pelatihan dan sertifikasi kompetensi profesi,” imbuh Rini.







