- Trafik kunjungan media online saat ini menghadapi persoalan.
- Peran AI tools menjadi sangat penting untuk membantu kerja manusia.
- Konten hasil kolaborasi manusia dan teknologi dapat meningkatkan kredibilitas.
JOGJA, bisnisjogja.id – Adaptasi pada kecerdasan buatan (artificial intelligen, AI) merupakan keniscayaan bagi insan pers di tengah tantangan penurunan trafik dan perubahan perilaku audiens, terutama Gen Z.
Pemimpin Redaksi Suara.com, Suwarjono mengungkapkan itu pada 30 jurnalis Jawa Tengah dan DIY yang mengikuti pelatihan AI. Mereka belajar bersama dalam acara bertajuk ”AI Tools for Journalists” di Hotel Porta by Ambarrukmo, Yogyakarta, Rabu-Kamis (14-15/1/2026).
Pelatihan berlangsung dua hari atas inisiasi Suara.com bekerja sama dengan Local Media Community (LMC), serta dukungan penuh Google News Initiative.
”Trafik kunjungan media online saat ini menghadapi persoalan. Mulai dari pergeseran pencarian ke AI Overview hingga perubahan perilaku audiens yang lebih banyak mengonsumsi informasi lewat medsos,” papar Suwarjono.
Karena itu, peran AI tools menjadi sangat penting untuk membantu kerja manusia agar lebih cepat, efisien, presisi, dan relevan.
Fokus pada Verifikasi dan Investigasi
Pelatihan membekali jurnalis dengan kemampuan verifikasi digital tingkat lanjut dan keahlian riset investigasi. Selama 12 jam sesi pelatihan, peserta mendapat pendampingan dua trainer berpengalaman, yakni Reren Indranila (Pemred Joglo Jogja/Jateng) dan Agung Pratnyawan (Editor Hitekno.com).

Narasumber mengenalkan sejumlah perangkat AI mutakhir antara lain Google Trends, untuk membaca dan mengenali tren isu publik. Gemini, sebagai asisten AI generatif untuk pengembangan ide dan efisiensi tugas harian.
Pinpoint dan NotebookLM, alat bantu untuk mengorganisir data riset dan dokumen kompleks dalam liputan investigasi. Tak ketinggalan 2Fact Check Explorer & SynthID, untuk kebutuhan verifikasi digital, pengecekan fakta, serta deteksi gambar/video.
Memanfaatkan Perangkat yang Tersedia
Head of Community Suara.com, Rendy Adrikni Sadikin menjelaskan pelatihan menitikberatkan pada aspek praktik langsung daripada sekadar teori. Peserta tidak hanya diajak berdiskusi, tetapi juga wajib menyelesaikan kuis dan simulasi kasus jurnalistik menggunakan tools yang tersedia.
”Usai pelatihan kami berharap para jurnalis berkomitmen menerapkan keterampilan AI dalam alur kerja redaksi sehari-hari,” tandas Rendy.
Harapannya, konten hasil kolaborasi manusia dan teknologi dapat meningkatkan kredibilitas karya jurnalistik sekaligus memastikan keberlanjutan industri media lokal masa depan.
Yogyakarta menjadi kota kedua rangkaian pelatihan setelah sebelumnya sukses berlangsung di Bandung pada Desember 2025 lalu.





