JAKARTA, bisnisjogja.id – Tren gaya hidup dinamis mendorong tingginya permintaan pasar terhadap produk makanan dan minuman yang praktis namun tetap bernutrisi. Menjawab peluang tersebut, Arummi, pionir produsen susu kacang mede (cashew milk) lokal di Indonesia, resmi meluncurkan kemasan baru berukuran 200 ml.
Langkah strategis ini diambil untuk memenuhi kebutuhan konsumen perkotaan dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan produk siap konsumsi (grab-and-go). Inovasi kemasan mini ini hadir dalam tiga varian utama yang menyasar segmen pasar berbeda, yaitu Classic, Chocolate, dan Barista.
Commercial Director Arummi, Syahnadiaz Sikar, menjelaskan bahwa ekspansi portofolio produk ini didasari oleh pergeseran perilaku konsumen modern. Konsumen saat ini mencari produk yang fleksibel dan mampu mendukung ritme aktivitas mereka dari pagi hingga malam hari.
”Berangkat dari kebutuhan tersebut, kami menghadirkan kemasan baru 200 ml yang lebih praktis untuk grab-and-go. Kami percaya plant-based bukan lagi sekadar pilihan alternatif, melainkan bagian alami dari gaya hidup modern,” ujar Syahnadiaz Sikar.
Tiga Varian
Dari sisi penetrasi pasar, ketiga varian dirancang secara spesifik. Varian Classic membidik pasar konsumen harian untuk sarapan, Chocolate untuk segmen camilan dan indulgence, sedangkan varian Barista menargetkan ekosistem pencinta kopi dan industri food & beverage (F&B).
Guna memperkuat posisi di pasar kopi yang menjanjikan, Arummi berkolaborasi dengan Mikael Jasin, World Barista Champion 2024 sekaligus Brand Ambassador Arummi. Varian Barista diformulasikan khusus dengan karakteristik light plain taste agar tidak merusak cita rasa asli kopi.
”Arummi Barista memiliki tekstur yang creamy namun tetap memberikan ruang bagi karakter kopi untuk tampil. Hal ini membuatnya nyaman dipadukan dengan berbagai kreasi minuman, baik latte, matcha, maupun lainnya,” ungkap Mikael Jasiin memberikan testimoni profesionalnya.
Pasar Lebih Luas
Secara fundamental produk, susu kacang mede komersial ini juga diperkaya dengan kalsium serta vitamin B2, B9, B12, D, dan E untuk meningkatkan nilai jualnya di kategori minuman sehat. Strategi penetapan harga pun dibuat kompetitif, yakni Rp 9.900 per kemasan, guna menjangkau pasar yang lebih luas.
Dari aspek makroekonomi, Arummi berkomitmen memaksimalkan hilirisasi komoditas pangan lokal. Melalui produksi cashew milk ini, perusahaan berupaya meningkatkan nilai tambah dari kacang mede asal Indonesia agar memiliki daya saing yang lebih tinggi di industri global.
“Kami ingin membawa salah satu kekayaan pangan lokal menjadi lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa bahan pangan lokal memiliki potensi diolah menjadi produk berkualitas,” tutup Syahnadiaz optimistis mengenai prospek bisnis Arummi ke depan.





