Ekoteologi, Ketahanan Ekonomi Berbasis Lingkungan

oleh -8 Dilihat
LAHAN: Pemanfaatan lahan untuk memperkuat ekonomi setempat.(Foto: istimewa)

SLEMAN, bisnisjogja.id – Kementerian Agama (Kemenag) RI terus mendorong implementasi ekoteologi sebagai pendorong ketahanan ekonomi berbasis lingkungan. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penguatan Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Katolik DIY yang digelar di Biara Suster Puteri-Puteri Yesus Kristus (PPYK) Kalikuning, Sleman, Rabu (15/7/2026).

Acara yang mengusung tema ”Berkebun Merawat Kehidupan” tersebut mengkolaborasikan aspek spiritual dan aksi ekonomi hijau. Para penyuluh lintas wilayah di DIY diajak langsung mempraktikkan penanaman benih sawi, kangkung, dan wortel di lahan pertanian lokal.

Kasubag Kantor Kemenag Kabupaten Sleman, Sangaji SAg mengapresiasi tinggi kegiatan itu karena relevan dengan tantangan lingkungan. Menurutnya, konsep menjaga alam bersifat universal dan melintasi sekat perbedaan agama.

“Ekoteologi menjadi paham dan praktik yang sangat bermanfaat. Kita perlu berjuang bersama terkait toleransi yang aktif,” ujar Sangaji menekankan pentingnya moderasi beragama dalam menjaga kebersamaan di masyarakat.

Mampu Gerakkan Ekonomi

Pemanfaatan lahan secara ekologis ini terbukti mampu menggerakkan ekonomi mikro berbasis komunitas. Suster Ellis dari PPYK mengungkapkan bahwa biara telah lama mengembangkan berbagai produk bernilai ekonomi tinggi dari hasil bumi lokal.

“Kami memperkenalkan karya para Suster PPYK, antara lain menanam aneka sayuran organik untuk ketahanan pangan, memanfaatkan aneka tanaman untuk pembuatan jamu, aneka minuman kesehatan, membuat kompos dan ekoenzim,” papar Suster Ellis.

Gerakan ramah lingkungan tersebut hilirisasi produknya telah digarap secara profesional. Produk-produk olahan herbal dari biara tersebut terbukti sukses menembus pasar karena telah mengantongi izin PIRT resmi dan bersertifikat halal.

Penyuluh Agama Katolik Sleman, Yoseph Agus Seno, menegaskan kegiatan ini sejalan dengan program inovasi Kemenag. Salah satunya adalah sinergi dengan program lokal di Sleman yang menyasar sektor keluarga.

”Acara ini menjadi perwujudan dan pengembangan Ekoteologi yang diprogramkan Kementerian Agama RI, sebagaimana juga telah diterapkan melalui program inovasi Kankemenag Kab Sleman melalui program CAPING (Calon Pengantin Peduli Lingkungan),” tandas Yoseph.

No More Posts Available.

No more pages to load.