Bank DBS Indonesia Perluas Akses Pembiayaan Digital

oleh -167 Dilihat
Ilustrasi pembiayaan digital.(Foto: diolah dari AI)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Bank DBS Indonesia memperluas akses pembiayaan digital melalui peningkatan pendanaan channeling untuk Kredivo menjadi Rp 3 triliun.

Hal itu sebagai bagian dari kolaborasi strategis jangka Panjang. Keduanya telah menjalin kerja sama selama lebih dari setengah dekade dan sejalan dengan upaya memperkuat pertumbuhan kredit ritel di tengah meningkatnya permintaan pasar.

Data OJK juga menyebutkan bahwa pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) oleh Perusahaan Pembiayaan pada November 2025 tumbuh 68,61% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 11,24 triliun.

Limit Pendanaan Meningkat

Consumer Banking Director PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom menjelaskan sejak awal bekerja sama pada tahun 2020, limit pendanaan mulai dari Rp 300 miliar. Setelah itu meningkat menjadi Rp 500 miliar lalu Rp 1 triliun di 2021, Rp2 triliun pada 2022, hingga mencapai Rp 3 triliun pada akhir 2025.

Lonjakan tersebut mencerminkan kinerja penyaluran kredit Kredivo yang konsisten sekaligus permintaan pasar yang terus tumbuh.

Sebagai mitra tepercaya, pendanaan tambahan juga mendukung strategi Bank DBS Indonesia dalam memperluas ekosistem kredit ritel dengan menghadirkan solusi finansial yang adaptif dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Inovasi Bukan Sekadar Teknologi

”Bagi kami, inovasi bukan sekadar teknologi, tetapi cara untuk menjembatani kebutuhan finansial masyarakat. Kami sangat antusias bekerja sama dengan Kredivo yang selama ini kerap memperluas akses kredit digital Indonesia,” papar Melfrida.

Di tengah percepatan transformasi digital sektor keuangan, Bank DBS ingin mendukung masyarakat untuk dapat ”Live more, Bank less” dengan memastikan kredit digital tidak hanya mudah diakses. Tetapi juga membantu mengelola kebutuhan sehari-hari dengan nyaman, fleksibel, dan praktis.

Bagi Kredivo, penambahan pendanaan channeling akan mendorong ekspansi layanan ke lebih banyak kota tier dua dan tiga, wilayah dengan potensi pertumbuhan besar yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kredit formal perbankan.

Di saat yang sama, Laporan Perilaku Pengguna PayLater Indonesia 2024 menunjukkan 53,6 persen pengguna Kredivo berasal dari kota tier dua dan tiga. Ini mencerminkan tingginya kebutuhan serta adopsi masyarakat terhadap layanan kredit digital sebagai alternatif akses pembiayaan.

Langkah tersebt sejalan dengan visi perusahaan untuk memperluas jangkauan hingga 20 juta pengguna seluruh Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

No More Posts Available.

No more pages to load.