JOGJA, bisnisjogja.id – Bidang Keuangan, Perbankan dan Pasar Modal Kadin DIY bekerjasama dengan ISEI Cabang Yogyakarta, Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY, Kadin Kota Yogyakarta serta Bidang Pelatihan dan Seminar BMPD DIY menyelenggarakan event ”Bankers Goes to Company” di Kampus 3 UAJY, Babarsari, Yogyakarta (Rabu, 03/06/2026).
Kegiatan kuliah umum (studium generale) tersebut juga didukung oleh Bank BPD DIY, Bank Jateng dan BPR MSA. Bankir yang hadir dan menjadi narasumber adalah Dian Ari Ani (Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY), Sambu Dharta Gautama (Kepala Bank Jateng Cabang Yogyakarta), dan Y Agung Tri Pujiantoro (Dirut BPR MSA).
Bertindak selaku moderator adalah Mario Rosario Wisnu Aji (Dosen FBE UAJY). Topik kegiatan ini adalah ”Literasi Keuangan dan Prospek Berkarir di Industri Perbankan”.
”Dalam industri keuangan dan perbankan ada sejumlah tantangan yang dihadapi generasi muda,” ungkap Dian Ari Ani yang juga Bendahara ISEI Cabang Yogyakarta.
Lima Tantangan
Menurut Dian, setidaknya ada lima tantangan termaksud, yaitu (1) Digital Lyfe, (2) FOMO (Fear Of Missing Out), (3) Pinjaman online illegal, (4) Penipuan digital, dan (5) Investasi bodong. Berkaitan dengan hal tersebut maka diperluikan Smart Financial Behavior bukan hanya Smart Technology User.
Menurut Dian, selanjutnya generasi muda harus memahami, (1) Spend Less Than You Earn: Belanja lebih kecil dari pendapatan. (2). Save Before Spending: Menabung terlebih dahulu sebelum membelanjakan uang. (3) Invest for the Future: Mempersiapkan masa depan sejak muda. (4) Protect Yourself: Melindungi diri dari risiko dan penipuan.
Apakah profesi bankir saat ini menjanjikan? Menurut Dian yang juga WKU Bidang Keuangan, Perbankan dan Pasar Modal Kadin DIY, jawabannya masih menjanjikan.
”Ya, namun kebutuhan kompetensinya berubah. Bank membutuhkan talenta yang adaptif, analitis, dan berintegritas,” jelas Dian Ari Ani yang mempunyai hobby berlari dan bersepeda.
Menjaga Amanah Masyarakat
”Untuk mulai berkarir di perbankan dibutuhkan hard skills dan soft skills,” jelas Sambu yang merupakan alumnus Arsitektur UAJY.
Menurut Sambu, hard skills mencakup pengetahuan manajemen keuangan, hukum, IT/olah data, dan bahasa Inggris. Selanjutnya soft skills mencakup integritas, leadership, critical thinking, communication dan teamwork.
”Perlu digaris bawahi industri bank dibangun atas dasar trust,” jelas Agung Tri.
Kepercayaan harus tetap dijaga dalam bisnis perbankan. Seorang bankir yang sukses bukan hanya yang pintar menghitung angka, tetapi yang mampu menjaga amanah masyarakat.
”Mulailah mengelola keuangan sejak muda, karena keputusan finansial hari ini akan menentukan kualitas hidup di masa depan,” saran Dian kepada 120 mahasiswa FBE UAJY yang hadir dalam kuliah umum tersebut.







