JOGJA, bisnisjogja.id – Badan Pusat Statistik DIY menyetakan pada Desember 2025, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami inflasi bulanan (Month to Month) sebesar 0,65 persen dibandingkan November 2025.
Pemicu inflasi tersebut terutama kenaikan harga pada kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya. Ini mencatat inflasi tertinggi yakni sebesar 1,83 persen dengan andil 0,13 persen.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menempati urutan kedua dengan inflasi 1,66 persen dan memberikan andil terbesar terhadap inflasi, yakni 0,47 persen.
”Komoditas utama yang menjadi pendorong inflasi bulanan antara lain cabai rawit, emas perhiasan. Ada pula daging ayam ras, bensin, cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, tomat, cabai hijau, dan wortel,” papar Plt Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati.
Beberapa komoditas tercatat menahan laju inflasi atau mengalami deflasi yaitu kelapa, buncis, dan ketimun.
Komoditas Penyumbang Inflasi
”Secara umum, selama Januari–Desember 2025, komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau relatif lebih sering menjadi penyumbang utama inflasi. Selain itu, emas perhiasan tercatat sebagai komoditas utama penyumbang inflasi bulanan pada 10 bulan sepanjang tahun 2025,” jelas Herum.
Ia menambahkan, secara Year on Year (YoY) maupun inflasi tahun kalender (Desember 2025 terhadap Desember 2024), inflasi Provinsi DIY tercatat sebesar 3,11 persen. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 14,49 persen dengan andil 0,92 persen.
Selanjutnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 5,00 persen dengan andil 1,39 persen.
Komoditas Dominan Pendorong Inflasi
Komoditas yang dominan mendorong inflasi antara lain emas perhiasan, beras, cabai rawit, cabai merah, kelapa, kontrak rumah. Juga daging ayam ras, Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Kretek Tangan (SKT), dan wortel.
Adapun komoditas yang memberikan andil deflasi meliputi bawang putih, tomat, tarif kereta api, kacamata plus dan minus. Selain itu, telepon seluler, kacang panjang, tarif kendaraan roda empat online, pembersih lantai, serta sabun detergen bubuk.
Berdasarkan wilayah, Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi (YoY) sebesar 2,93 persen dan inflasi (MoM) 0,74 persen. Kota Yogyakarta mengalami inflasi (YoY) sebesar 3,33 persen dan inflasi (MoM) sebesar 0,53 persen.





