- Investasi teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi dan nilai perusahaan.
- Pasar modal Indonesia terkenal sebagai thin market, aktivitas perdagangannya tidak sepadat negara maju.
- Investasi teknologi tidak selalu langsung berdampak positif pada kinerja keuangan.
JOGJA, bisnisjogja.id – Dua dekade terakhir, perusahaan seluruh dunia berlomba-lomba berinvestasi teknologi informasi, mulai dari sistem ERP, e-commerce, hingga layanan digital banking. Sayangnya, pasar saham Indonesia lambat merespons hal tersebut.
Investasi teknologi informasi dapat meningkatkan efisiensi dan nilai perusahaan. Namun, konteks pasar modal Indonesia memiliki karakteristik berbeda.
Dosen Departemen Akuntansi FEB UGM, Singgih Wijayana PhD mengungkapkan hal itu, Rabu (7/1/2026).
”Pasar modal Indonesia terkenal sebagai thin market, aktivitas perdagangannya tidak sepadat negara maju sehingga informasi tidak selalu cepat terserap oleh investor,” papar Singgih.
Ia menyampaikan kondisi tersebut dalam program Research Series pada kanal YouTube @fakultasekonomikadanbisnisugm.
Dirinya memaparkan hasil riset bersama Prof Didi Achjari yang berjudul ”Market Reaction to the Announcement of an Information Technology Investment: Evidence from Indonesia”.
Penelitian Menguji Pasar Saham
Mereka berupaya menguji respons pasar saham Indonesia dalam penerimaan informasi investasi teknologi. Keduanya mempertanyakan, apakah pasar saham Indonesia dapat merespons cepat atau justru memerlukan waktu lebih panjang?
Singgih menjelaskan, pernah ada penelitian serupa, tetapi belum menemukan reaksi pasar yang signifikan terhadap pengumuman investasi IT.
Keterbatasan periode pengamatan dan jendela reaksi yang sempit menjadi celah bagi kedua peneliti. Mereka berupaya melihat reaksi pasar dalam jangka panjang dan menggunakan metode yang lebih sesuai untuk kondisi thin market, termasuk penyesuaian risiko melalui adjusted beta Scholes–Williams dan Dimson.
Peneliti menganalisis 179 pengumuman investasi IT perusahaan publik pada Bursa Efek Indonesia selama 2001-2016. Mereka mengatami pergerakan harga saham sekitar tanggal pengumuman maupun hingga 60 hari setelahnya.
Tidak Ada Reaksi Pasar
”Hasilnya menunjukkan tidak ada reaksi pasar sekitar tanggal pengumuman investasi teknologi. Artinya, investor Indonesia tidak langsung menanggapi kabar tersebut,” tandas Singgih.
Investor cenderung menunggu dan mengamati perkembangan dalam beberapa bulan setelah pengumuman. Investor melakukannya untuk memahami dampak teknologi informasi terhadap kinerja perusahaan. Pasalnya, investasi teknologi tidak selalu langsung berdampak positif pada kinerja keuangan.
Singgih juga menemukan reaksi pasar cenderung lebih kuat pada perusahaan perbankan, perusahaan berukuran kecil, dan perusahaan yang baru pertama kali mengadopsi teknologi seperti ERP.
Hal ini menunjukkan jenis industri, skala bisnis, dan pengalaman dalam berteknologi memainkan peran penting menentukan pasar menilai pengumuman investasi IT.
Hasil temuan menjadi pengingat tidak semua investasi teknologi memberikan dampak instan. Pasar membutuhkan waktu untuk menilai.





