Danantara Indonesia Trust Luncurkan Tiga Kemitraan

oleh -19 Dilihat
MITRA: Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama tiga mitra Utama Danantara Indonesia Trust.(Foto: istimewa)

JAKARTA, bisnisjogja.id – Danantara Indonesia Trust (DIT), yayasan filantropi independen di bawah Danantara Indonesia, resmi meluncurkan kemitraan strategis perdananya. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama tiga mitra utama, yaitu Kementerian Kesehatan RI, Karya Salemba Empat, dan Museum dan Cagar Budaya, di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Komitmen filantropi disaksikan langsung oleh jajaran tokoh penting, termasuk Pembina DIT sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani. Turut hadir Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Pendiri Didit Hediprasetyo Foundation Didit Hediprasetyo, serta Pendiri Karya Salemba Empat Tatan A Taufik.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan Danantara tidak hanya fokus pada pengelolaan aset dan investasi negara, melainkan juga berkomitmen pada kemajuan sosial. Melalui DIT, investasi sosial difokuskan pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) demi menciptakan nilai jangka panjang yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Kesehatan Pilar Pertama

Sektor kesehatan menjadi pilar pertama yang disasar melalui kolaborasi dengan Kementerian Kesehatan. Program ini difokuskan pada peningkatan gizi ibu dan anak, pengadaan vaksin heksavalen untuk jutaan anak, penguatan infrastruktur cold chain (rantai dingin) vaksin, serta penyaluran suplemen Multiple Micronutrient guna mencegah stunting.

Langkah intervensi kesehatan krusial mengingat Indonesia masih menghadapi tantangan gizi yang cukup besar. Berdasarkan data WHO & UNICEF (2026), meskipun cakupan imunisasi dasar lengkap mencapai 80,2 persen pada 2025, masih ada hampir 960.000 anak berkategori zero-dose atau belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali.

Tantangan di sektor kesehatan kian nyata karena Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih menyentuh 189 per 100.000 kelahiran hidup (BPS, 2020), menjadikannya salah satu yang tertinggi di ASEAN. Sementara untuk gizi buruk, meski angka stunting turun ke 19,8 persen pada 2024, prevalensi wasting (kekurangan gizi akut) masih berada di angka 7,4 persen.

Program Beasiswa Pendidikan

Pada pilar pendidikan, DIT menggandeng Karya Salemba Empat untuk menyalurkan program beasiswa selama tiga tahun bagi sekitar 500 mahasiswa kurang mampu di berbagai wilayah. Selain bantuan finansial, program ini juga mencakup aspek pengembangan diri berupa mentoring, pelatihan kepemimpinan, dan kesiapan karier.

Investasi di sektor pendidikan dinilai tepat sasaran untuk menekan angka pengangguran muda. Berdasarkan data Sakernas BPS 2025, sekitar seperlima pemuda usia 15–24 tahun di Indonesia berstatus NEET (Not in Education, Employment or Training), ditambah adanya 4,1 juta anak usia 7-18 tahun yang putus sekolah.

Sementara itu, pada pilar ketiga, DIT bekerja sama dengan museum dan cagar budaya untuk mengembangkan Perpustakaan Danantara Indonesia Trust di Museum Nasional. Inisiatif komersial-edukatif ini dirancang sebagai ruang publik guna meningkatkan literasi budaya dan memberikan dampak sosial-edukasi jangka panjang.

Ketua Yayasan DIT, Nuraini Razak, optimistis seluruh kemitraan yang dirancang mampu menjawab tantangan pembangunan paling mendesak di tanah air. Ke depan, DIT berkomitmen memperluas peluang pendanaan bersama (co-funding) serta memperkuat kemitraan global guna mengoptimalisasi dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.