MELBOURNE, bisnisjogja.id – Asosiasi Kopi Indonesia (Aski) DIY-Jateng tancap gas memperluas penetrasi pasar internasional dengan memboyong kopi unggulan Yogyakarta ke panggung Melbourne International Coffee Expo (MICE) 2026.
Keikutsertaan dalam salah satu pameran kopi terbesar di Asia Pasifik tersebut menjadi langkah konkret asosiasi dalam memperkuat diplomasi ekonomi melalui komoditas specialty coffee ke pasar Australia.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia, Dr Siswo Pramono, meresmikan langsung pembukaan Indonesia Pavilion didampingi Konsul Jenderal RI di Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo. Dukungan penuh dari KJRI Melbourne menegaskan sinergi pemerintah dan pelaku usaha dalam mempromosikan produk lokal yang memiliki nilai tambah tinggi di mata dunia.
Aski DIY-Jateng memanfaatkan momentum strategis untuk memperkenalkan profil rasa unik kopi lereng Gunung Merapi kepada para kurator, pemilik roastery, hingga investor industri kopi global. Kehadiran kopi asal Yogyakarta di Melbourne bertujuan membangun koneksi bisnis langsung dengan para pemain utama industri kopi di kawasan tersebut.
Kenalkan Kopi Merapi
Dua varian andalan, yakni Kopi Merapi Nirmalagiri dan Merapi Origin, menjadi bintang utama yang merepresentasikan kualitas tanah vulkanik Yogyakarta. Karakter rasa yang kompleks dan aroma yang khas dari kedua produk mampu memikat lidah para pecinta kopi internasional yang mengutamakan orisinalitas dan aspek geografis.
Ketua Umum Aski DIY-Jateng sekaligus Ketua Komite Tetap Bidang Perkebunan Kadin DIY, Rendy Mahardika, menegaskan partisipasi dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang.
Ia optimistis keunikan bodi dan kekayaan rasa kopi Merapi mampu menempatkan Yogyakarta sebagai salah satu origin kopi terbaik yang diperhitungkan di pasar dunia.
Rendy juga menekankan promosi di level internasional tidak hanya mengejar angka penjualan jangka pendek. Lebih dari itu, asosiasi sedang membangun narasi kuat mengenai asal-usul produk, nilai budaya, serta penguatan ekonomi daerah yang berbasis pada pemberdayaan petani kopi dan pelaku UMKM lokal.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP Aski, Irsan Yumeno, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah agresif Aski DIY-Jateng. Menurutnya, kehadiran kopi Merapi di MICE 2026 membuktikan bahwa produk Indonesia memiliki daya saing global yang kokoh, baik dari sisi kualitas teknis maupun kekuatan cerita di balik produknya.
Kunci Memperluas Pasar
Irsan menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor antara petani, pengusaha, dan pemerintah menjadi kunci utama dalam memperluas pangsa pasar. Ia mendorong model promosi serupa terus berkembang melalui pendekatan gaya hidup, guna menjangkau segmen pasar yang lebih luas dan relevan dengan tren konsumsi kopi saat ini.
Selain di kancah global, asosiasi juga memperkuat eksposur kopi Merapi melalui ajang sport tourism ”Merapi Camp and Run 2026”. Strategi tersebut memadukan kegiatan olahraga lari dan berkemah dengan pameran kopi, sehingga memberikan pengalaman langsung bagi generasi muda dan wisatawan untuk mengenal produk unggulan Merapi.
Langkah itu melengkapi agenda tahunan ”Jogja Coffee Week” yang telah menjadi magnet bagi ekosistem kopi nasional dan mancanegara. Dengan serangkaian langkah integrasi ini, asosiasi yakin kopi Merapi akan bertransformasi menjadi komoditas ekonomi bernilai tinggi yang mampu mengharumkan identitas budaya Indonesia di peta kopi dunia.







