JOGJA, bisnisjogja.id – ”Seluruh dosen dan tenaga kependidikan termasuk laboran harus mengoptimalkan kontribusinya dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni aspek pengajaran, pendidikan dan pengabdian masyarakat,” tegas Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE UAJY) W Mahestu Noviandra Krisjanti PhD.
Ia mengungkapkan hal itu pada ”Gathering FBE UAJY Tahun 2025” di Hotel Horison, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025).
Sebanyak 80 orang mengikuti kegiatan tersebut. Hari pertama berisi presentasi kondisi dan tantangan FBE UAJY di masa depan. Mahestu mengungkapkan berbagai hal terutama kerja keras semua pihak.
”Tantangan paling dekat adalah berusaha keras untuk mencapai target jumlah mahasiswa baru di Prodi Sarjana Ekonomi Pembangunan, Manajemen dan Akuntansi. Demikian juga untuk Program Magister Manajemen dan Akuntansi,” paparnya.
Respons Peserta
Setelah persentasi, peserta memberi masukan. Guru Besar FBE UAJY yang memberi masukan konstruktif adalah Sukmawati S, I Putu Sugiarta Sanjaya dan A Gunadi Brata.

”Sebagai dosen wajib meningkatkan kualitas output Tri Dharma yang kita kerjakan,” tandas Sukmawati.
Menurutnya, kolaborasi riset menjadi hal yang urgen. Ia berharap dosen senior, termasuk guru besar, menjadi pendamping dosen yang lebih muda.
Selanjutnya Putu Sugiartha berharap dosen muda, jabatan fungsional asisten ahli dan lektor, wajib melakukan riset kelompok dan publikasi.
“Kewajiban tersebut tentu harus mendapat dukungan fasilitas dana dan lainnya,” ujar Putu sembari menyatakan siap mendampingi rekan-rekan dosen muda untuk menulis dan publikasi.
Program Sarjana
Dosen Departemen Manajemen, Budi Suprapto PhD mengatakan prodi yang diperkuat dan menjadi prioritas adalah program sarjana.
Menurut Budi, jumlah mahasiswa program sarjana menjadi tulang punggung penerimaan untuk mendukung operasional. Target mahasiswa program sarjana harus fokus ke SMA/SMK di beberapa wilayah pasar FBE UAJY.
”Kami pengurus FBE UAJY mengucapkan terima kasih kepada seluruh dosen yang memberikan masukan yang konstruktif,” ungkap Mahestu. Pihaknya akan mengkaji dan memperhitungkan agar pelaksanaan seluruh masukan dapat efektif dan tidak melanggar regulasi.





