JOGJA, bisnisjogja.id – Warga kampus hendaknya selalu membangun peradaban akademik. Selain itu juga harus peduli dan memikirkan persoalan bangsa.
Rektor Universitas Widya Mataram, Prof Edy Suandi Hamid menegaskan hal tersebut pada Syawalan Keluarga Besar di Pendopo Agung Kampus Terpadu UWM, Selasa (8/4/2025).
Acara ini merupakan bagian dari tradisi tahunan kampus dalam merayakan bulan Syawal dan mempererat tali silaturahmi seluruh elemen universitas.
”Ini momen agar tidak ada lagi dendam dan kesalahan di antara kita sesama manusia,” ujar Edy.
Syawalan menurutnya bukan hanya tradisi, tetapi sarana refleksi dan pembaharuan hubungan antar insan kampus. Momen ini mengingatkan pentingnya kebersamaan dalam membangun peradaban.

”Saat ini kita internal menghadapi banyak masalah ekonomi, seperti merosotnya kepercayaan pasar, merosotnya nilaintukar ruliah, harga saham, deflasi, serta program budget cut yang memperlambat perekonomian,” papar Edy.
Pada sisi eksternal, kebijakan Presiden AS Donal Trump yang secara membabi buta menaikkan tarif bea masuk ke AS, termasuk dari Indonesia.
Proses Spiritual
Sementara itu Ketua Yayasan Mataram Yogyakarta, Prof Mahfud MD menekankan makna halal bihalal sebagai bagian integral dari proses spiritual umat Islam usai Ramadan.
”Halal bihalal adalah pelengkap Ramadan. Ia membawa semangat untuk melebur dosa, memperkuat ukhuwah, dan meneguhkan kembali keikhlasan dalam membangun bangsa,” tandasnya.
Rektor UIN Sunan Kalijaga 2020-2024, Prof Al Makin mengangkat pemikiran Ibnu Khaldun, tokoh besar dalam peradaban Islam yang dikenal dengan teori asabiyyah dan pendekatan historis-sosiologis.
”Ibnu Khaldun mengajarkan bahwa kekuatan masyarakat terletak pada solidaritas sosial. Ketika solidaritas melemah, peradaban turut melemah. Ini relevan dalam konteks kampus dan kebangsaan kita hari ini,” ungkap Al Makin.





