JOGJA, bisnisjogja.id – Indocement memberikan hibah untuk Dosen Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Prof Pramana Y. Ia mempeorleh pada program Quarry Life Awards (QLA) edisi keenam.
Pramana mendapat hibah dengan penelitian ”Passive Acoustic Monitoring (PAM) into the Existing Biodiversity Monitoring Program at Citeureup Quarry”.
Program tersebut merupakan kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Burung Indonesia sejak November 2024.
”Saat ini sedang dalam proses pengambilan data yang akan dibuat dalam bentuk laporan akhir pada bulan Juni 2025,” ungkap Pramana.
Ia menjelaskan, Indonesia mengirimkan 53 peserta kemudian diseleksi oleh juri dari akademisi dan pengelola quarry hingga terpilih enam kelompok yang akan dibagi menjadi dua jalur yaitu Research dan Community Service.
Jalur Riset
”Tahun ini partisipasinya luar biasa dengan kualitas yang sangat baik dari berbagai universitas yang terlibat, sehingga sangat sulit bagi juri untuk memilih tiga yang akan lolos,” ujar Pramana.
Tahun ini, ia mendapat kesempatan berpartisipasi sebagai finalis untuk jalur Riset. Hasil penelitian nantinya akan diranking pada tingkat nasional kemudian akan maju ke tingkat internasional untuk dipilih yang terbaik dari seluruh dunia.
Program Quary award keenam yang diselenggarakan Heidelberg Materials – perusahaan semen multinasional – ini diikuti beberapa Quarry yang tersebar di 15 negara.
Riset berkaitan dengan isu kesadaran lingkungan dan kewajiban pertambangan untuk melakukan restorasi dalam aspek biodiversitas.
Dampak jangka panjang, dari riset ini akan ada pengembangan lebih lanjut mengenai program pemantauan biodiversitas dengan pendekatan bioakustik, yang saat ini masih relatif baru di Indonesia.
”Kami melibatkan mahasiswa pada proses mengelola data karena data yang digunakan sangat banyak, sehingga membutuhkan bantuan untuk anotasi secara manual,” imbuh Pramana.





