Ekonomi Tidak Baik, Investor Panik

oleh -911 Dilihat
Direktur International Program of Islamic and Economic Finance (IPIEF) UMY, Dimas Bagus Wiranatakusuma PhD.(Foto: dok UMY)

JOGJA, bisnisjogja.id – Kondisi perekonomian yang sedang tidak baik membuat investor panik. Salah satunya terlihat dari Bursa Efek Indonesia yang melakukan pembekuan sementara perdagangan, beberapa waktu lalu.

”Kenyataankondisi makro ekonomi Indonesia yang tidak sesuai dengan harapan memunculkan kepanikan,” ungkap Direktur International Program of Islamic and Economic Finance (IPIEF) UMY, Dimas Bagus Wiranatakusuma PhD.

Ia menjelaskan penurunan IHSG juga akibat adanya penurunan peringkat saham Indonesia yang kini berada pada kategori market weight dari sebelumnya overweight.

Morgan Stanley Capital International (MSCI) pun mengurangi bobot saham Indonesia pada akhir tahun 2024, yang mulanya 2,2 persen menjadi 1,5 pesen. Hal itu berpotensi memengaruhi aliran modal internasional.

Sentimen Negatif

Menurut Dimas munculnya kepanikan pada investor karena adanya sentimen negatif yang muncul di pasar saham.

Tambah lagi adanya defisit penerimaan pajak sebesar 30 persen, rupiah yang mengalami penurunan, banyaknya korupsi dan lainnya.

”Hal tersebut memunculkan pertanyaan besar, apakah pasar modal Indonesia bisa survive atau tidak?” tanya Dimas.

Ia menambahkan, dari sisi eksternal, aliran modal dari saham maupun obligasi turut berperan menekan IHSG. Fluktuasi mata uang rupiah juga menunjukkan keterkaitan erat dengan kinerja pasar saham Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.