SOLO, bisnisjogja.id – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperkuat langkah strategis menuju entrepreneurial university melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengembangan wirausaha muda ekspor.
Langkah tersebut merespons tantangan global seperti proteksionisme dan konflik geopolitik yang menuntut perluasan jangkauan pasar internasional.
Menteri Perdagangan RI, Dr Budi Santoso, mendorong diversifikasi pasar secara masif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci utama dalam mencetak eksportir baru dari kalangan mahasiswa.
Data Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor Indonesia tumbuh sebesar 2,19 persen pada periode Januari–Februari 2026. Angka positif ini memperkuat optimisme pemerintah bahwa peluang pasar global masih terbuka lebar bagi pelaku usaha dalam negeri.
Budi mengajak para mahasiswa untuk jeli melihat potensi pasar internasional yang belum tergarap maksimal. Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi wirausaha muda agar mampu bersaing di kancah global.
Tembus Jaringan Internasional
Kementerian Perdagangan menyiapkan infrastruktur promosi melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan di puluhan negara. Fasilitas ini berfungsi sebagai jembatan bagi produk mahasiswa untuk menembus jaringan pasar di luar negeri.
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan UMY, Prof Zuly Qodir menyambut baik sinergi sebagai momentum percepatan unit usaha mahasiswa. Pihak kampus secara aktif mendorong mahasiswa mengembangkan bisnis berbasis produk maupun jasa yang kompetitif.
Zuly menekankan pentingnya kesiapan teknis bagi mahasiswa yang ingin merambah pasar ekspor. Ia mengidentifikasi kualitas produk, standardisasi kemasan, dan jaringan pemasaran sebagai fondasi utama daya saing internasional.
Selain aspek kualitas, UMY menyoroti pentingnya strategi harga yang kompetitif agar produk mahasiswa mampu bertahan di pasar global. Kesiapan mental dan manajerial mahasiswa menjadi fokus pembinaan kampus dalam program kerja sama ini.
Program tersebut bertujuan mengubah pola pikir mahasiswa dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan pekerjaan. UMY memproyeksikan lulusannya mampu memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka pengangguran melalui jalur kewirausahaan.
Melalui kemitraan strategis, UMY berharap dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional berbasis kreativitas generasi muda. Sinergi antara akademisi dan pemerintah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.





