JOGJA, bisnisjogja.id – Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE UAJY) terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring global. Tujuannya, meningkatkan kualitas riset, memperluas kesempatan kerja, serta memberikan pengalaman belajar terbaik bagi dosen dan mahasiswa di era ekonomi digital.
Networking antara universitas dan pihak luar seperti industri, instansi pemerintah, maupun kampus global, menjadi kunci krusial untuk mendongkrak daya saing lulusan. Sadar akan pentingnya hal tersebut, FBE UAJY menggelar pertemuan dan diskusi informal dengan akademisi terkemuka asal Australia.
Pertemuan strategis yang dilangsungkan pada akhir bulan lalu ini menghadirkan Associate Professor Jeffrey Neilson dari The University of Sydney. Kehadiran pakar global tersebut disambut hangat oleh jajaran pimpinan dan dosen FBE UAJY.
Saling Bertukar Pengalaman
Delegasi FBE UAJY yang hadir dalam diskusi tersebut meliputi Prof Aloysius G Brata (Guru Besar Prodi Ekonomi Pembangunan), Prof I Putu Sugiartha Sanjaya (Guru Besar Departemen Akuntansi/Kepala LPPM UAJY), Vica SM Tendenan PhD (Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan), serta Api Adyantari SA MBA (Pengelola Program Internasional/Dosen Departemen Manajemen).
Dalam kesempatan itu, para akademisi saling bertukar pengalaman serta memetakan minat riset bersama Prof Jeff Neilson sendiri dikenal memiliki keahlian mendalam di bidang Geografi Ekonomi, Geografi Lingkungan, Geografi Pembangunan, serta isu Kemiskinan dan Inklusivitas.
Selain memiliki rekam jejak riset yang panjang di Indonesia, Jeff Neilson juga aktif bertindak sebagai pembimbing akademik bagi sejumlah mahasiswa doktoral asal Indonesia di The University of Sydney. Potensi kolaborasi akademik jenjang lanjut pun turut menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut.
Pengembangan Program Internasional
”Didiskusikan juga prospek kemungkinan kerja sama jika terdapat dosen FBE UAJY yang ingin menjadi mahasiswa doktor dengan dibimbing oleh Jeff Neilson,” jelas Vica Tendenan, yang juga merupakan rekan dekat dari Jeff Neilson.
Tidak hanya berfokus pada riset doktoral, kedua belah pihak turut membedah potensi pengembangan program experiential learning bagi mahasiswa. Pengalaman Jeff Neilson selama 15 tahun terakhir dalam memimpin program kuliah intensif di berbagai wilayah Indonesia menjadi inspirasi penting bagi pengembangan kurikulum berbasis lapangan di FBE UAJY.
”Program-program pengabdian internasional, program kerjasama dengan universitas luar negeri, dan student exchange yang dilakukan FBE UAJY juga didiskusikan dalam pertemuan tersebut,” ungkap Vica Tendenan menambahkan.
Berbagai Program Prioritas
Diskusi hangat tersebut turut memperluas cakupan pembahasan hingga dinamika makroekonomi terkini. Para akademisi menyoroti arah kebijakan serta program prioritas pemerintah Indonesia, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga wacana pendirian Universitas Republik Indonesia.
Sebagai institusi pendidikan tinggi bisnis yang adaptif, FBE UAJY secara konsisten memperluas portofolio kerja samanya dengan berbagai pilar strategis, baik di dalam maupun luar negeri. Jaringan kemitraan ini mencakup sektor pemerintah, swasta, asosiasi pengusaha, lembaga riset, hingga perguruan tinggi mitra.
”FBE UAJY terakhir mengembangkan kerja sama dengan perusahaan dan lembaga agar dapat menerima mahasiswa untuk magang,” jelas Y Sri Susilo selaku Pelaksana Humas FBE UAJY, menegaskan kesiapan fakultas dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri nyata.






