JOGJA, bisnisjogja.id – Rabu (7/5/2025) merupakan saat bersejarah bagi umat Katolik sedunia. Pada hari itulah bakal berlangsung pemilihan paus baru, pimpinan umat Katolik seluruh bumi.
Sejumlah harapan tersampaikan dari umat yang menginginkan paus pengganti Paus Fransiskus yang baru saja meninggal. Mereka berharap paus baru fokus pada keadilan ekonomi, sosial dan lingkungan.
”Almarhum Paus Fransiskus pun mempunyai komitmen dan perhatian kuat pada masalah ekonomi, khususnya keadilan ekonomi, sosial dan lingkungan,” tutur Dosen FBE Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dr Y Sri Susilo, Selasa (6/5/2025).
Ia berharap paus terpilih nantinya juga harus mempunyai komitmen dan perhatian yang sama terhadap isu keadilan ekonomi, sosial dan lingkungan.
”Ke depan, dunia akan menghadapi masalah ekonomi dan lingkungan yang semakin berat. Paus baru harus mempunyai komitmen dan perhatian yang lebih kuat kepada keadilan ekonomi dan kesenjangan sosial serta lingkungan atau ekonomi hijau,” pinta Susilo.
Kesepakatan Kardinal
Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan menyatakan pemilihan paus atau istilahnya konklaf berlangsung Rabu, 7 Mei 2025.
”Kesepakatan tersebut diambil oleh sekitar 180 kardinal dari 252 kardinal, lebih dari 100 adalah kardinal elektor, yakni kardinal yang memiliki hak pilih dan dipilih yang sudah berada di Roma,” jelas Duta Besar, Trias Kuncahyono.
Ia memaparkan, sesuai ketentuan Konstitusi Apostolik hanya kardinal yang berusia 80 tahun ke bawah yang menjadi kardinal elektor, yang memiliki hak pilih dan dipilih.
Karena itu, dari 252 kardinal yang berasal dari 90 negara, ada sejumlah 135 kardinal yang akan menjadi kardinal elektor, termasuk Ignatius Kardinal Suharyo dari Indonesia.
”Dari 135 kardinal elektor, sebanyak 110 kardinal di antaranya dipilih oleh Paus Fransiskus selama 12 tahun masa kepausannya. Kardinal yang dipilih Paus Yohanes Paulus II masih tersisa enam sedang yang dipilih Paus Benediktus XVI masih ada 24 kardinal,” ungkap Trias.
Ia jelas pula, sesuai Konstitusi Apostolik, seorang kardinal akan terpilih sebagai paus bila mendapat dukungan 2/3 dari jumlah kardinal elektor. Konklaf akan berlangsung di Kapel Sistina, Vatikan. Setiap hari dilakukan empat kali pemungutan suara, dua pagi dan dua siang.





