JOGJA, bisnisjogja.id – Ketidakadilan dan kemiskinan menjadi kepedulian pimpinan tertinggi umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, yang baru saja meninggal dunia pada Senin (21/4/2025).
Paus yang selalu menyerukan agar bumi menjadi rumah bersama yang nyaman bagi siapa saja tanpa diskriminasi sosial, ekonomi, politik, dan lainnya ini meninggal karena sakit komplikasi.
Pemegang administrasi Tahta Suci Vatikan, Kardinal Kevin Farrell mengumumkan Paus Fransiskus meninggal pada Senin (21/4/2025) pukul 07.35 waktu setempat.
Keuskupan Agung Jakarta dalam bukunya ”Life and Legacy of Pope Francis” menuliskan Paus bernama asli Jorge Mario Bergoglio tersebut lahir pada 17 Desember 1936 di Bario de Flores, Buenos Aires, Argentina.
Sejak menjadi imam, kepeduliannya pada kaum miskin sangat besar. Ia pernah menjadi Uskup Agung Buenos Aires dan sangat kuat dalam karya sosial untuk komunitas-komunitas miskin terpinggirkan.
Ia mendirikan banyak program untuk membantu sesama yang miskin, seperti dapur umum dan klinik kesehatan.
Kepedulian Paus Fransiskus pada kemiskinan disampaikan pula oleh Kardinal Kevin. Menurutnya, Paus betapa pentingnya keberanian, kesetiaan dan kasih untuk mereka yang miskin dan terpinggirkan.
Vatikan menyebutkan upacara pemakaman Paus Fransiskus akan berlangsung pada Kamis (24/4/2025) di Basilika Santo Petrus. Sesuai pesan pribadinya, Paus pernah minta untuk dimakamkan di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma.
Duka Cita
Sejumlah tokoh agama menyampaikan duka cita atas meninggalnya Paus Fransiskus. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir saat menyampaikan bela sungkawa mengenang sosok Paus sebagai tokoh yang humanis, sederhana, dan penebar damai di ranah global.
”Ketika kami bertemu langsung beliau di Vatikan pada 24 Februari 2024 dalam rangka menerima Zayed Award for Human Fraternity, penerimaannya penuh persaudaraan, penyantun, bahkan diselingi humor yang hangat,” papar Haedar.
Ia juga mengatakan bahwa Paus Fransiskus merupakan sosok yang dikenal bersahaja dengan slogan “Miserando atque eligendo” atau “Rendah Hati dan Terpilih”.
Paus Fransiskus merupakan tokoh inklusif serta menggalang semangat kemanusiaan dan perdamaian untuk semua.
Bersama Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad At-Thayib, Paus Fransiskus menerima Zayed Award yang pertama. Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama penerima Zayed Award tahun 2024,diterima Paus di Vatikan dan Grand Syaikh Al-Azhar di Abu Dhabi.
”Kita kehilangan tokoh dan pemimpin utama Katholik yang hidupnya diabadikan untuk kehidupan kemanusiaan yang relijius, saling toleran dan menyayangi, serta menegakkan perdamaian untuk dunia,” tutur Haedar.
Ia berharap inspirasi dan jejak Paus Fransiskus untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia menjadi salah satu pendorong terciptanya tatanan dunia damai yang masif dan autentik, ketika panggung global saat ini masih diwarnai oleh perangai sebagian tokoh politik dunia yang ugal-ugalan dan anti damai.





