Industri Keuangan Digital Berkembang Pesat, Perlu Akselerasi Literasi

oleh -555 Dilihat
Ilustrasi penggunaan Kedivo.(Foto: istimewa)

 

Literasi keuangan digital bukan sekadar tambahan, tapi menjadi kunci utama menjaga stabilitas keberlanjutan ekosistem. Karena itu, Kredivo berkomitmen tidak hanya membuka akses, tapi memperkuat pemahaman pengguna agar layanan keuangan digital benar-benar memberdayakan masyarakat.

 

JAKARTA, bisnisjogja.id – Literasi keuangan digital harus berjalan seiring dengan perkembangan teknologi yang juga begitu cepat. Hal itu agar masyarakat semakin cepat memahami industri keuangan digital.

Penguatan literasi bertujuan agar inklusi keuangan bisa berfungsi maksimal memberdayakan masyarakat. Sebagai pionir layanan PayLater di Indonesia, Kredivo telah berkomitmen untuk perkuat literasi keuangan sehingga tidak hanya fokus buka akses kredit, melainkan membantu pengguna berdaya lewat akses kredit yang mudah dan
terjangkau.

”Pertumbuhan inklusi keuangan harus beriringan dengan peningkatan literasi agar memberi dampak nyata,” tandas
SVP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari, Kamis (28/8/2025).

Literasi menurutnya bukan sekadar tambahan, tapi menjadi kunci utama menjaga stabilitas keberlanjutan ekosistem. Karena itu, Kredivo berkomitmen tidak hanya membuka akses, tapi memperkuat pemahaman pengguna agar layanan keuangan digital benar-benar memberdayakan masyarakat.

Beri Inspirasi

Indina mengungkapkan setelah membuka akses kredit pertama bagi 68 persen penggunanya, Kredivo terus memperluas dampaknya melalui penguatan literasi keuangan termasuk melalui inisiatif Kredipal Memberi Inspirasi
(Kredinspirasi).

Lebih dari 3.000 cerita inspiratif pengguna Kredivo (Kredipal) dari berbagai daerah telah terkumpul dan menjadi bukti bahwa penggunaan PayLater yang bijak dapat memberikan dampak positif termasuk membuka peluang lebih luas.

Ia menjelaskan, berbekal literasi yang tepat, PayLater bisa lebih dari sekadar alat transaksi, melainkan membantu
mengelola cash flow, membangun riwayat kredit, dan menjadi alat pemberdayaan ekonomi.

Hal itu tercermin lebih dari 3.000 kisah pengguna di Kredinspirasi yang menunjukkan bagaimana akses ke
layanan keuangan digital yang aman, nyaman, dan terjangkau bisa memberdayakan mereka.

”Dari ribuan kisah yang terkumpul, Kredinspirasi memperlihatkan bagaimana akses keuangan digital dapat
benar-benar mengubah kehidupan banyak orang,” papar Indina.

Mereka ada yang pengajar honorer yang bisa menghadirkan akses pendidikan bagi anak-anak di daerahnya, ibu rumah tangga yang melangkah berani menjadi wirausaha, pekerja muda yang merajut harapan baru dengan memulai usaha sendiri, ibu rumah tangga.

Penguatan Literasi

Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2025 yang mengusahakan mimpi anaknya menjadi pemain sepak bola, semuanya menunjukkan literasi dan penggunaan bijak PayLater dapat menghadirkan dampak positif bagi ketahanan finansial dan kemandirian ekonomi.

Komitmen penguatan literasi Kredivo tidak berhenti pada kampanye Kredinspirasi, tetapi juga diwujudkan lewat program edukasi lainnya seperti KrediCast di Youtube dan Generasi Djempolan, yang hingga kini telah mengedukasi lebih dari 2.500 mahasiswa, UMKM, dan komunitas di 21 kota, termasuk saat pembukaan Bulan Literasi Keuangan (BLK) bersama OJK di Kupang pada Mei 2025.

Sejalan dengan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan), inisiatif ini juga diperkuat dengan berbagai kampanye digital seperti #AutoMikir dan #AndaiAndaPandai yang telah menjangkau lebih dari 16 juta masyarakat.

Rangkaian program tersebut menjadi wujud dari prinsip responsible lending Kredivo untuk memastikan layanan keuangan digital tidak hanya mudah diakses, tetapi juga dipahami dan digunakan secara bertanggungjawab, sehingga mendorong ekosistem yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.