- Ancaman penipuan digital menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
- Indosat memperkenalkan fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Spam dan Scam).
- Kehadiran SATSPAM+ mampu memberikan ketenangan bagi pelanggan.
JOGJA, bisnisjogja.id – Lonjakan transaksi digital selama Ramadan kerap dibayangi oleh risiko keamanan siber yang mengincar masyarakat. Menanggapi fenomena ini, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand IM3 resmi memperkenalkan fitur SATSPAM+ (Satuan Anti Spam dan Scam).
Inovasi itu menjadi solusi pertama di Indonesia yang mampu memberikan perlindungan real-time terhadap ancaman penipuan melalui panggilan WhatsApp (WhatsApp Call), SMS, hingga telepon reguler.
Ancaman penipuan digital memang menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Data tahun 2025 mengungkapkan bahwa kasus penipuan selama bulan suci meningkat hingga 34,7 persen, di mana mayoritas serangan atau sebanyak 89 persen terjadi melalui platform WhatsApp.
Di wilayah DIY saja, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat kerugian masyarakat akibat kejahatan digital telah menembus angka Rp 143,88 miliar hingga akhir tahun lalu.
Langkah Strategis Perusahaan
EVP Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, menyatakan kehadiran SATSPAM+ merupakan langkah strategis perusahaan untuk menjadi AI North Star di Indonesia.
Fitur tersebut untuk melindungi para ”Pejuang Ramadan” mulai dari pekerja kantoran hingga pelaku UMKM yang intensitas digitalnya meningkat tajam untuk urusan mudik, belanja kebutuhan Lebaran, hingga pembagian THR secara daring.
Secara teknis, layanan didukung oleh infrastruktur jaringan AIvolusi5G yang menggabungkan kecanggihan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dengan kecepatan 5G.
Di Yogyakarta, jaringan ini telah menjangkau 24 kecamatan dengan dukungan 305 BTS yang terintegrasi AI. Teknologi ini memastikan konektivitas tetap stabil dan aman meski terjadi lonjakan trafik di titik-titik keramaian seperti pusat perbelanjaan dan hub transportasi.
Pemblokiran Nomor Tidak Dkenal
Selain deteksi otomatis, SATSPAM+ membekali pengguna dengan opsi pemblokiran nomor mencurigakan serta laporan harian yang dapat dipersonalisasi. Fokus perlindungan ini menyasar kelompok rentan seperti lansia dan masyarakat di daerah terpencil yang sering menjadi target empuk sindikat penipuan digital.
”Dengan sistem ini, IM3 berupaya mengamankan hasil kerja keras pelanggan dari potensi kerugian finansial,” jelas Fahd.
Dari sisi komersial, IM3 mengintegrasikan fitur keamanan ke dalam Paket Ramadan SATSPAM+ tanpa biaya tambahan. Pelanggan dapat memilih berbagai opsi kuota besar, mulai dari 150GB hingga 300GB, yang sudah dilengkapi dengan akses proteksi penuh.
Bagi pengguna layanan pascabayar IM3 Platinum, perlindungan sudah otomatis termasuk dalam manfaat langganan bulanan mereka.
Literasi Keamanan Digital
Langkah mitigasi ini juga dibarengi dengan pendekatan komunitas melalui program Kampung Ramadan IM3 yang menjangkau 120 desa di Indonesia. Melalui edukasi di akar rumput, IM3 ingin memastikan bahwa literasi mengenai keamanan digital berjalan selaras dengan penyediaan teknologi proteksi.
”Tujuannya menciptakan ekosistem digital yang sehat selama periode puncak konsumsi data nasional,” imbuh Fahd.
Dengan peluncuran tersebut, IM3 menegaskan pada era ekonomi digital yang semakin kompleks, kecepatan koneksi internet saja tidak lagi cukup. Rasa aman menjadi komoditas krusial bagi konsumen dalam bertransaksi.
Kehadiran SATSPAM+ mampu memberikan ketenangan bagi pelanggan untuk fokus pada ibadah dan produktivitas tanpa perlu khawatir akan ancaman pemalsuan identitas maupun skema scamming lainnya.





