Industri MICE Terdampak Efisiensi, JEC Masih Banyak Pameran

oleh -414 Dilihat
Endro Wardoyo.(Foto: Y Sri Susilo)

JOGJA, bisnisjogja.id – Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah tujuan untuk kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Conference and Exhibition). Industri ini penting untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal karena mendatangkan wisatawan bisnis dan mendukung sektor terkait seperti akomodasi, transportasi, komunikasi serta makanan dan minuman.

Industri MICE memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pariwisata. Indonesia juga memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan industri MICE, terutama dengan memanfaatkan keunikan budaya, alam, dan infrastruktur yang ada, serta dukungan pemerintah daerah dan pusat.

Terkait dengan industri MICE di DIY, kebijakan efisiensi APBN/APBD yang diterapkan oleh pemerintah pusat dan daerah, tentu berdampak negatif terhadap industri tersebut.

Dampak tersebut sangat signifikan khususnya untuk event meeting seperti rapat, pertemuan dan sejenisnya. Juga dan event conference misal konferensi, lokakarya dan sejenisnya yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Banyak Pameran

Khusus untuk event exhibition (pameran) di DIY, tampaknya tetap dapat berjalan seperti tahun yang lalu.

”Tahun 2025, Jogja Expo Center sudah terjadwal 98 kegiatan pameran skala daerah, nasional dan internasional,” ungkap Pengelola JEC, Endro Wardoyo. Dengan demikian, di JEC setidaknya ada empat kegiatan pameran setiap minggu.

Menurut Ketua ASPERAPI (Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia) DIY tersebut, jumlah kegiatan pameran tahun ini tidak berbeda nyata dengan jumlah pameran tahun lalu.

Spesifikasi JEC, tempat pameran terluas di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Saat ini JEC mempunyai tiga hall indoor, yaitu (1) Grand Bima Hall (8.460 m2), (2) Arjuna Hall (1.066 m2), dan (3) Yudhistira Hall (882 m2). Di samping itu, juga tersedia fasilitas outdoor dengan area seluas 10.000 m2.

”JEC juga didukung fasilitas parkir dan pendukung lainnya yang memadai,” jelas Endro yang sebelumnya pernah menjadi Ketua Asmindo (Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia) DIY.

Lokasi Terjangkau

Kota Yogyakarta dan sekitarnya termasuk Bantul dan Sleman dari sisi lokasi juga mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi. Ada angkutan udara (Bandara YIA), kereta api (Stasiun Tugu), bus (Terminal Giwangan) maupun kendaraan pribadi.

”Lokasi JEC juga dekat dengan fasilitas hotel bintang dan penginapan lainnya,” jelas Endro.

Ia berharap pembangunan jalan tol menghubungkan Bandra YIA menuju Kota Yogyakarta segera dapat terealisasi. Ia juga berharap pembangunan jalan tol Bawen-Yogyakarta dan Yogyakarta-Solo juga segera selesai.

”Dengan terkoneksinya jalan tol termaksud maka daya tarik Yogyakarta atau DIY sebagai kota MICE akan meningkat,” tegas Endro yang juga Pengurus Kadin DIY.

Menurutnya, daya tarik Kota Yogyakarta harus menjadi tanggung jawab bersama, pengelola/manajemen fasilitas MICE, serta pemangku kepentingan yang lain.

”Asosiasi pengusaha seperti ASPERAPI, PHRI, GIPI harus bersinergi dan berkolaborasi untuk mempromosikan daya tarik MICE,” jelas Endro yang ditemui di Kantor JEC Yogyakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.