Inovasi Peternak Lele dan Gurame Kulon Progo, Produk Olahan dan Toko Digital

oleh
PELATIHAN: Tim Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ''Veteran'' Yogyakarta melatih dan mendampingi budidaya lele dan gurame.(Foto: dok UPN)

KULON PROGO, bisnisjogja.id – Usaha budi daya ikan lele dan gurame milik Hajar Erwanta di Dusun Banaran, Galur, Kabupaten Kulon Progo, kini merambah produk olahan bermerek dan sistem pemasaran digital, setelah mendapat pendampingan dari tim pengabdian masyarakat Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ”Veteran” Yogyakarta.

Program yang didanai Hibah DIKTI Pengabdian Masyarakat Tahun Anggaran 2026 tersebut digagas untuk menjawab persoalan klasik peternak ikan skala rumah tangga. Hasil panen dijual mentah tanpa nilai tambah, dan pasar hanya mengandalkan pembeli yang datang langsung.

Ketua Tim Pengabdian, Dania Hellin Amrina, yang juga Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan serta Pengurus ISEI Muda DIY mengatakan pendampingan fokus pada peningkatan nilai tambah produk dan penguatan pemasaran berbasis digital.

”Kami ingin mitra tidak lagi sekadar menjual ikan segar, tapi juga masuk ke produk olahan bernilai tambah tinggi seperti frozen food, sekaligus memperluas pasar lewat media digital,” kata Dania.

Desain Kemasan dan Identitas

Bersama anggota tim, Rodhiah Umaroh dan Muhammad Furqan Albarkah, Dania menyerahkan langsung desain kemasan dan identitas merek baru untuk dua lini produk makanan beku bernama FERZA Lele Frozen dan FERZA Gurame Frozen.

Paket bantuan yang diserahkan mencakup stiker kemasan, file desain digital berbagai format, panduan warna, hingga aset visual pendukung lainnya.

Tak berhenti di urusan kemasan, mitra usaha juga dilatih mengoperasikan WhatsApp Business agar bisa melayani pelanggan dan memasarkan produk secara mandiri tanpa bergantung pada tengkulak atau pasar konvensional.

Pasar Lebih Luas

Hajar Erwanta mengungkapkan terbantu dengan kehadiran tim UPN ”Veteran” Yogyakarta. Ia menilai branding baru dan pelatihan pemasaran digital yang ia terima memberi arah yang lebih jelas untuk mengembangkan usahanya.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari briefing bersama mitra, pendampingan produksi, hingga penyerahan bantuan fasilitas, dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan tim.

Tim berharap langkah ini bisa mendorong industri rumah tangga budi daya ikan di Dusun Banaran menjangkau pasar yang lebih luas dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha di tingkat lokal.

No More Posts Available.

No more pages to load.