Jaga Ketahanan dan Keseimbangan Perekonomian Kawasan

oleh -448 Dilihat
PERTEMUAN: Gubernur Bank Central pada Executives' Meeting of East Asia Pacific Central Banks (EMEAP) di Bangkok, Thailand.(Foto: istimewa)

BANGKOK, bisnisjogja.id – Di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global sebagai dampak kebijakan tarif saat ini, respons kebijakan bank sentral harus proaktif dan forward looking.

Dalam konteks tersebut, Executives’ Meeting of East Asia Pacific Central Banks (EMEAP) berperan strategis memperkuat sinergi lintas kawasan melalui tiga agenda utama.

Tiga agenda tersebut yaitu penguatan integrasi perdagangan kawasan, jaring pengaman keuangan regional, dan memperluas konektivitas sistem pembayaran serta keuangan melalui inisiatif pembayaran antarnegara dan transaksi mata uang lokal.

”Demikian fokus utama pertemuan gubernur bank sentral negara anggota EMEAP ke-30 di Bangkok, Thailand,” ungkap, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung.

Ia menjelaskan, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan dan keseimbangan eksternal yang terjaga meski menghadapi tantangan fragmentasi geoekonomi global.

Dalam pertemuan itu, pembahasan juga menyinggung beberapa tantangan utama yang dihadapi kawasan antara lain peningkatan ketegangan geopolitik, perkembangan dinamika inflasi, percepatan digitalisasi dan adopsi kecerdasan buatan; serta peningkatan ancaman iklim dan lingkungan.

Kerja Sama

Pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dr Y Sri Susilo menilai pertemuan tersebut bisa menjadi momentum untuk lebih mengintensifkan kerja sama penggunaan QRIS di negara-negara ASEAN.

Pada pembayaran lintas batas QRIS, Bank Indonesia (BI) telah menjalankan kerja sama dengan beberapa negara ASEAN seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Laos dan Brunei Darussalam.

Kerja sama tersebut memungkinkan wisatawan dan pengguna jasa keuangan untuk melakukan transaksi di negara lain dengan lebih mudah dan efisien, tanpa perlu menukarkan mata uang asing.

Disamping itu, penggunaan QRIS juga dapat mengurangi ketergantungan pada mata uang asing dan transaksi tunai.

”Yang jelas, kerja sama QRIS antarnegara ASEAN dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata,” tandas Susilo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.