”Koperasi jangan hanya menjadi proyek jangka pendek, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat desa secara aktif. Prinsip kemandirian, partisipasi aktif anggota, dan keberlanjutan usaha harus benar-benar diterapkan agar koperasi tidak hanya berjalan di atas kertas”.
JOGJA, bisnisjogja.id – Keberadaan Koperasi Merah Putih harus bisa menjadi penggerak perekonomian desa. Jumlahnya yang begitu banyak dengan anggota yang juga masif merupakan potensi kuat.
”Menggerakkan potensi ekonomi desa menjadi salah satu hal paling penting. Mengingat ada banyak potensi sekaligus delapan juta anggota koperasi di Indonesia. Ini tentu jumlah yang sangat signifikan untuk memperluas gerakan koperasi,” papar ekonom UGM, Amirullah Setya Hardi PhD, Selasa (5/8/2025).
Ia menilai kehadiran Koperasi Merah Putih merupakan salah satu langkah tepat sebagai strategi penguatan ekonomi desa.
Koperasi tersebut memang untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman ilegal, tengkulak, dan rentenir.
Tantangan Utama
Kendati demikian, Amirullah mengingatkan bahwa tantangan utama bukan pada jumlah, tetapi kemampuan koperasi menjalankan prinsip-prinsip koperasi secara universal.
”Koperasi berbeda dari badan usaha lain karena kesejahteraan anggota menjadi prioritas. Prinsip kemandirian, partisipasi aktif anggota, dan keberlanjutan usaha harus benar-benar diterapkan agar koperasi tidak hanya berjalan di atas kertas,” tandasnya.
Ia menekankan perlunya terobosan agar koperasi mampu bersaing dengan sumber pembiayaan lain seperti pinjaman online dan rentenir yang mudah diakses masyarakat.
Koperasi menurutnya harus mampu hadir sebagai alternatif yang aman, cepat, dan benar-benar memberdayakan masyarakat desa. Layanan keuangan, penyediaan bahan pokok, pupuk, dan kebutuhan dasar lainnya harus terjamin.
”Koperasi ini jangan hanya menjadi proyek jangka pendek, tetapi benar-benar menjadi gerakan bersama yang melibatkan masyarakat desa secara aktif,” tegasnya.
Ia melihat apabila koperasi mampu berjalan sesuai prinsipnya, dengan partisipasi anggota yang aktif dan dukungan pemerintah dalam pasokan barang serta modal usaha, kesejahteraan masyarakat desa bisa tercapai.
Pada akhirnya, hal itu juga akan berdampak positif pada perekonomian nasional.





