- Pertumbuhan ekonomi DIY yang saat ini menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa.
- Perlu keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan upaya menjaga daya dukung lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan.
- Hubungan sebagai sister city dapat ditingkatkan ke arah kerja sama ekonomi yang lebih konkret.
JOGJA, bisnisjogja.id – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY periode 2025–2030 menggelar pertemuan dan buka bersama dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Ghofar Ismail di Hotel Grand Rohan, Yogyakarta.
Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi antara dua unsur yang sama-sama baru dilantik dalam waktu berdekatan.
Wakil Ketua Umum Koordinator 4 Bidang Hubungan Luar Negeri dan Investasi Kadin DIY, George Iwan Marantika, menyampaikan pertemuan tersebut penting untuk membangun sinergi awal antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
Ia menegaskan kembali pesan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X saat pelantikan pengurus Kadin, bahwa pertumbuhan ekonomi DIY yang saat ini menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa harus dijaga kualitasnya.
”Pertumbuhan harus inklusif, melibatkan masyarakat bawah, serta tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” ujar George.
Dinamika Investasi DIY
Dalam diskusi yang berlangsung hangat menjelang waktu berbuka puasa itu, Ghofar menyampaikan komitmennya untuk segera memahami secara menyeluruh dinamika investasi di DIY. Ia menilai secara umum iklim penanaman modal di DIY relatif kondusif, namun terdapat sejumlah isu yang memerlukan perhatian bersama.
Salah satu yang mengemuka adalah persoalan lingkungan, khususnya aktivitas galian C di wilayah Kulon Progo. Menurutnya, perlu keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat dan upaya menjaga daya dukung lingkungan agar pembangunan dapat berlangsung berkelanjutan.
Selain isu investasi dan lingkungan, pertemuan juga membahas penguatan kerja sama sister city DIY dengan sejumlah kota di luar negeri seperti Victoria, Kyoto, dan Edinburgh. Selama ini, kerja sama dinilai kuat di bidang kebudayaan.
Kerja Sama Lebih Nyata
Wakil Ketua Umum Koordinator 3 Kadin DIY, Hermawan Ardiyanto, berharap hubungan yang telah terbangun baik tersebut dapat ditingkatkan ke arah kerja sama ekonomi yang lebih konkret.
”Kebudayaan menjadi fondasi hubungan sister city. Ke depan, kita berharap ada penguatan di sektor ekonomi sehingga kerja sama tersebut memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Hermawan.
Ghofar yang merupakan lulusan Hubungan Internasional UGM dan memiliki pengalaman di lingkungan Kementerian Luar Negeri dinilai memiliki modal untuk memperkuat diplomasi ekonomi daerah. Kadin DIY berharap koordinasi yang intensif dengan DPMPTSP dapat mendorong peningkatan investasi yang selaras dengan visi pembangunan DIY yang inklusif dan berkelanjutan.
Hadir dalam pertemuan, sejumlah pengurus Kadin DIY dari berbagai bidang, menandai komitmen awal untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.





