Kenalkan Batik, Atma Jaya Ajak Mahasiswa Asing Pegang Canting

oleh -19 Dilihat
MEMBATIK: Mahasiswa Ngee Ann Polytechnic belajar membatik di kampus UAJY.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Sebanyak 35 mahasiswa internasional mengikuti pelatihan membatik di FBE Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Kampus bekerja sama dengan Ngee Ann Polytechnic menggelar kegiatan tersebut yang bertajuk ”Batik Art Workshop: Create, Color, Celebrate”.

Kegiatan berlangsung di Ruang Seminar dan Auditorium Kampus 3 UAJY. Workshop merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang digagas dosen FBE UAJY.

Dekan FBE, Wenefrida Mahestu Noviandra Krisjanti PhD menekankan bahwa kegiatan pelatihan bertujuan mengenalkan budaya Indonesia, khususnya batik, beserta proses pembuatannya.

”Saya berharap para peserta bisa mendapatkan pengetahuan baru sekaligus memahami makna mendalam yang terkandung dalam proses pembuatan batik. Melalui workshop hari ini, kami ingin mengenalkan teknik pembuatan batik menggunakan peralatan tradisional agar warisan budaya ini tetap hidup dan dihargai,” papar Wenefrida.

Peserta mendapat kesempatan membuat batik menggunakan kain, canting, gawangan, dan pewarna sesuai dengan kreativitas masing-masing yang dipandu Susana Dewi Puspitawati bersama dengan tim dari Omah Batik Purwanti.

Dalam workshop ini, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang didampingi dosen serta mahasiswa FBE sebagai fasilitator.

Peran Perempuan

Setelah sesi praktik membatik, workshop dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai peran perempuan dalam industri batik serta kontribusinya terhadap ekonomi kreatif.

Api Adyantari MBA, dosen Prodi Manajemen FBE menjadi narasumber. Ia menjelaskan tentang sejarah batik, asal-usulnya, serta berbagai jenis batik yang berkembang di Indonesia.

Antusiasme peserta tampak dari respons mereka. Salah satu mahasiswa dari Ngee Ann Polytechnic, Jennie, menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.

”Saya sangat bersemangat mengikuti workshop karena untuk pertama kalinya bisa belajar membatik. Selain mendapatkan pengalaman baru, saya juga memperoleh ilmu dan keterampilan yang bermanfaat untuk menambah kreativitas,” tuturnya.

Kampus berharap dapat semakin mempererat hubungan akademik dan budaya dengan mitra internasional sekaligus melestarikan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.