JAKARTA, bisnisjogja.id – Produsen otomotif Korea Selatan, Kia telah mewarnai industri otomotif Indonesia selama 25 tahun. Perusahaan tersebut terus membangun kepercayaan dan relevansi di tengah masyarakat yang terus berkembang.
”Bagi Kia, 25 tahun bukanlah sekadar penanda waktu, tetapi refleksi dari proses belajar, beradaptasi, dan bertumbuh bersama konsumen Indonesia,” tutur Chief Executive Officer of Kia Sales Indonesia, Jong Sung Park, Jumat (9/1/2026).
Ia mengatakan, setiap fase perjalanan menghadirkan tantangan sekaligus peluang. Hal itu membentuk cara Kia memahami kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia secara lebih dekat.
Pasar Otomotif Indonesia
Pasar otomotif Indonesia menurut Jong memiliki karakter unik dengan keberagaman, dinamis, dan terus berubah seiring waktu.
”Selama dua setengah dekade, kami terus menyesuaikan produk dan pelayanan dengan perubahan preferensi konsumen, mulai dari aspek fungsionalitas, kenyamanan, desain, hingga teknologi,” tandasnya.
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari upaya Kia untuk tetap hadir sebagai merek yang dekat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pada fase awal hadir di Indonesia tahun 2000an, Kia muncul melalui kendaraan yang menjawab kebutuhan mobilitas dasar masyarakat. Produknya, Carnival, Picanto, dan Rio.
Model Makin Beragam
”Periode 2010-2018 pasar makin berkembang, Kia menghadirkan berbagai model yang semakin beragam. Mulai dari Kia Sportage dan Kia Rio generasi terbaru,” jelas Jong.
Ia menegaskan, ketika SUV menjadi segmen dominan, Kia merespons dengan memperkenalkan Seltos dan Sonet pada 2019-2022.
Kehadiran model-model itu memperkuat posisi Kia sebagai merek yang responsif terhadap tren pasar lokal, tanpa kehilangan identitas globalnya.
Sejalan dengan strategi Total Transformation Kia Global, portofolio Kia memasuki babak baru dalam fase transformasi dengan menghadirkan Kia EV6 dan EV9 sejak 2023 hingga sekarang.
”Pada fase ini, Kia tidak hanya memperkenalkan produk baru, tetapi juga mengedukasi pasar, membangun kepercayaan terhadap teknologi EV, serta menyesuaikan inovasi dengan kesiapan ekosistem Indonesia,” tandasnya.





