Siapa Bakal Mengelola Ekonomi Venezuela?

oleh -56 Dilihat
Pakar ekonomi politik internasional UMY, Prof Faris Al-Fadhat.(Foto: dok UMY)

 

  • Apakah manfaat ekonomi akan sepenuhnya kembali ke Venezuela, atau lebih banyak menjadi sumber kenikmatan perusahaan Amerika Serikat.
  • Sebagian masyarakat Venezuela meyakini kehadiran Amerika Serikat bisa membawa perbaikan ekonomi.
  • Terlalu dini menyimpulkan invasi Amerika Serikat akan membawa dampak positif bagi pemulihan ekonomi Venezuela.

 

JOGJA, bisnisjogja.id – Amerika Serikat melakukan invasi ke Venezuela meskipun mendapat kecaman dari banyak negara. Pada masa transisi dan selanjutnya, siapakah yang bakal mengelola sumber ekonomi Venezuela terutama minyak?

Pakar ekonomi politik internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof Faris Al-Fadhat, mengungkapkan, dampak ekonomi pascainvasi masih berada dalam wilayah abu-abu. Sulit memprediksi masa depan Venezuela terkait sumber ekonomi.

”Sektor minyak merupakan titik krusial dalam menentukan arah pemulihan ekonomi Venezuela. Selama ini, negara tersebut sangat bergantung pada industri minyak yang menyumbang sekitar 90 persen pendapatan negara,” jelasnya, Rabu (7/1/2026).

Amerika Serikat akan Mengambil Alih?

Rencana AS untuk mengambil alih pengelolaan negara sekaligus operasi sektor minyak menurut banyak pihak sarat ketidakjelasan.

Faris mengatakan, ketika Amerika Serikat menyampaikan akan running the country dan mengambil alih operasi minyak, masih sangat ambigu.

Menurut Faris, pertanyaannya, apakah manfaat ekonomi akan sepenuhnya kembali ke Venezuela, atau justru lebih banyak menjadi sumber kenikmatan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.

Guru Besar Program Studi Hubungan Internasional itu mengingatkan, krisis ekonomi Venezuela tidak bisa lepas dari peran AS masa lalu.

Kebijakan blokade dan pembatasan ekspor minyak yang oleh AS sebelumnya telah memberikan kontribusi signifikan terhadap memburuknya kondisi fiskal Venezuela. Pasalnya, minyak merupakan tulang punggung anggaran negara.

Maduro Gagal Mengelola Ekonomi

Faris mengungkapkan ada kelompok masyarakat Venezuela yang menyambut langkah AS. Itu tidak terlepas dari persepsi sebagian publik pada rezim Presiden Nicolas Maduro yang otoriter dan gagal mengelola perekonomian nasional.

Krisis ekonomi berkepanjangan, inflasi yang sangat tinggi, serta ketidakmampuan negara memenuhi kebutuhan dasar mendorong munculnya harapan akan perubahan.

Bahkan, sebagian masyarakat Venezuela meyakini kehadiran Amerika Serikat bisa membawa perbaikan ekonomi. Mereka melihat kondisi ekonomi Pemerintahan Maduro memang sangat memprihatinkan.

”Terlalu dini menyimpulkan invasi Amerika Serikat akan membawa dampak positif bagi pemulihan ekonomi Venezuela. Arah ekonomi sangat ditentukan oleh kebijakan konkret di lapangan, bukan sekadar narasi politik ruang publik,” tandas Faris.

No More Posts Available.

No more pages to load.