- Setiap lagu menjadi bab yang bernyanyi, justru bukan sebagai pelengkap, tapi denyut yang menyatu dengan kisahnya.
- Dalam kolaborasi, terdapat pula video musik storytelling bertajuk ”Kuro”, sebuah ilustrasi visual yang mengangkat simbol kura-kura sebagai metafora cinta tak berbatas.
JAKARTA, bisnisjogja.id – Grup musik Element yang terkenal dengan lagu seperti Rahasia Hati, Bukan Sekadar Cinta, Kupersembahkan Nirwana, dan Cinta Yang Lain meluncurkan karya terbaru.
Mereka berkolaborasi dengan penulis fiksi soulburn-realism, Karin.Kemayu mengeluarkan trilogi Book of Soundtrack: Bukan Sekadar Cinta. Kolaborasi bukan sekadar peluncuran novel atau album, tapi merupakan ruang baru, tempat cerita dan lagu tumbuh bersama.
Grup yang beranggotakan Adhitya Pratama (gitar), Arya Prasetyo (gitar), Didi Riyadi (drum), Fajar Putra (kibor), Ferdy Tahier (vokal), Ibank (basis) dan Lucky Widja (vokal) juga mempersembahkan single terbaru ”Cinta Tak Berbatas”.
Lagu itu ada pada bab pertama trilogi Bukan Sekadar Cinta dan menjadi interpretasi musikal dari cinta yang tak selalu berjalan sesuai logika, tapi tetap layak diperjuangkan.
Lagu ini menjadi jembatan antara bab-bab emosional dalam novel dan pengalaman batin para pendengarnya. Sebuah peluk musikal untuk mereka yang pernah merasa asing dalam cinta, tapi tetap memilih untuk percaya.
”Kami nggak sekadar bikin lagu. Waktu mendengar kisahnya, rasanya kayak ngaca ke hidup sendiri. Musik adalah cara kami memeluk itu semua,” ungkap Didi.
Literasi Emosional
Karin.Kemayu yang merupakan penulis pendatang baru namun penuh dengan pemikiran yang out of the box menyebut proyek kolaborasi seni sebagai bentuk literasi emosional. Ia menulis bukan untuk menggurui, melainkan mengajak pembaca sekaligus pendengar untuk berpikir ulang berbagai hal dalam kehidupan.
”Setiap lagu menjadi bab yang bernyanyi, justru bukan sebagai pelengkap, tapi denyut yang menyatu dengan kisahnya,” tutur Karin.
Ia mengisahkan, buku pertama mengangkat tema yang jarang disentuh secara mendalam, cinta yang tumbuh antara seorang pria dan calon anak sambungnya, seorang remaja laki-laki dengan autisme dan mental retardasi.
”Bukan sekadar kisah cinta dua manusia dewasa, tapi juga perjalanan emosional calon ayah yang belajar mencintai dan melindungi, tanpa status formal, tanpa ikatan darah,” imbuhnya.
Tema ”true love is not only by blood” menjadi jantung kisah tersebut. Dalam keseluruhan trilogi, Bukan Sekadar Cinta mengajak pembaca untuk tidak hanya jatuh cinta, tapi juga berpikir.
Di dalamnya, terselip isu-isu yang sering disisihkan, pernikahan siri, surrogacy, status anak haram, cinta beda usia, hingga problem hormonal perempuan menjelang menopause. Semua dibahas dengan narasi yang lembut, berani, menghormati keberagaman, serta bagaimana spiritualitas Bali dan konsep reinkarnasi.
Video Musik
Dalam kolaborasi, terdapat pula video musik storytelling bertajuk ”Kuro”, sebuah ilustrasi visual yang mengangkat simbol kura-kura sebagai metafora cinta tak berbatas.
Binatang reptil dipilih bukan sekadar lambang ketekunan, tapi juga representasi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Dengan warna biru sebagai identitasnya, Kuro menjadi simbol dari langkah pelan, hati besar, dan cinta tanpa syarat.
Melengkapi kolaborasi, suara tenang dan sarat emosi dari Vitalia, pelantun yang membawakan lagu berjudul ”Teman Hidup”. Lagu ini menjadi representasi sempurna dari tokoh utama novel, Dayu, seorang ibu tunggal yang belajar kembali mencinta di usia yang tidak lagi muda.
Kolaborasi lintas media unik tersebut bukan hanya tentang musik dan cerita, namun tentang keberanian untuk mencintai di luar batas yang menjadi norma di masyarakat. Tentang menjadi rumah bagi satu sama lain.






