Konsumsi Ikan Meningkat, Potensi Ekonomi Tinggi

oleh -375 Dilihat
MASAK IKAN: Peserta lomba masak ikan sekaligus edukasi pentingnya konsumsi ikan.(Foto: Humas Pemda DIY)

 

  • Data Kementerian Kesehatan tahun 2024, angka stunting atau kerdil sebesar 19,8 persen. Ikan dapat menjadi salah satu solusi karena mengandung omega 3 yang tinggi, sehingga memiliki peran penting mendukung program peningkatan gizi pada seribu hari pertama kehidupan anak dan anak-anak di bawah umur dua tahun.

 

JOGJA, bisnisjogja.id – Angka konsumsi ikan nasional tercatat terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2022, konsumsi ikan nasional mencapai 56,48 kg per kapita. Tahun 2023 mengalami peningkatan, 57,61 kg per kapita.

Angkat tersebut juga meningkat di DIY. Tahun 2022 tercatat sebesar 35,57 kg per kapita dan pada tahun 2023 meningkat menjadi 35,83 kg per kapita.

Meskipun terus mengalami peningkatan, perlu lebih ditingkatkan karena DIY relatif rendah dibandingkan angka konsumsi ikan nasional.

Ketua TP PKK DIY, Ketua Tim Kelompok Kerja (Pokja) 3 TP PKK DIY, TO Suprapto mengungkapkan itu di sela-sela Lomba Masak Serba Ikan Tingkat DIY Tahun 2025 pada Jumat (12/09) di Pendopo Wiyata Praja, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Dinas Kelautan dan Perikanan DIY bersama Tim Penggerak (TP) PKK DIY dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Pemda DIY.

Ikan Berlimpah

Suprapto mengatakan Indonesia sebagai negara maritim dan negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki potensi kekayaan sumber daya ikan yang beraneka ragam dan melimpah di hampir sebagian wilayah.

”Hal ini sesungguhnya merupakan sebuah potensi besar bagi bangsa Indonesia yang dapat menjadi penggerak ekonomi nasional, penyedia lapangan kerja, penghasil devisa, serta pendukung terwujudnya pertahanan pangan dan gizi nasional,” paparnya.

Ikan dapat menjadi sumber gizi dan protein bagi masyarakat, mengingat saat ini Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi.

Ia merujuk data Kementerian Kesehatan, tahun 2024 angka stunting atau kerdil sebesar 19,8 persen. Ikan dapat menjadi salah satu solusi karena mengandung omega 3 yang tinggi, sehingga memiliki peran penting mendukung program peningkatan gizi pada seribu hari pertama kehidupan anak dan anak-anak di bawah umur dua tahun.

Selain itu, ikan sebagai sumber bahan pangan mendukung gerakan masyarakat hidup sehat yang berperan mengurangi beban penyakit. Sehingga dapat mewujudkan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.