JOGJA, bisnisjogja.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) DIY bersama Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) DIY menyelenggarakan jalan sehat di sepanjang Jalan Malioboro dan sekaligus memungut sampah. Acara dengan tema ”Malioboro Resik & Ijo” ini diikuti 50 peserta mengambil start dan finish di KPwBI DIY.
Hadir pimpinan dan staff KPwBI DIY, pengurus dan anggota BMPD DIY dan ISEI Cabang Yogyakarta. Peserta jalan sehat antara lain Kepala BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, Deputi Kepala BI DIY, Hermanto, Dirut BankBPD DIY, Santosa Rochmad, Dirut Bank BPR BDE, Tribowo, Sekretaris ISEI Cabang Yogyakarta, Y Sri Susilo, Bendahara ISEI Cabang Yogyakarta, Dian Ariani dan sejumlah pimpinan Bank Himbara, bank umum dan BPR di DIY.
”Acara ini di samping berolah raga jalan kaki sekaligus peduli pada kebersihan di sepanjang Jalan Malioboro,” ungkap Sri Darmadi Sudibyo.
Ia berharap, Jalan Malioboro sebagai salah satu ikon pariwisata tetap terjaga kebersihannya. Acara ”Malioboro Resik lan Ijo” harus berlangsung secara rutin dan berkesinambungan.
Bersihkan Sampah
Dirut Bank BPD DIY, Santosa Rochmat mengatakan jalan sehat adalah kegiatan olahraga ringan berupa berjalan kaki santai bersama yang biasanya diadakan untuk tujuan kesehatan dan kebersamaan.
Menurut Santoso, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kebugaran fisik, mempererat tali silaturahmi antarpeserta, dan tujuan lain seperti ikut membersihkan sampah di Jalan Malioboro.
”Jika seluruh bank, kantor pemerintah, perusahaan, sekolah dan lembaga lain ikut membersihkan Malioboro atau jalan di sekitar masing-masing lembaga maka kebersihan Jalan Maioboro dan lainnya di Kota Yogyakarta akan tetap terjaga,” imbuh Y Sri Susilo yang juga dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY.
Menurut Susilo, lembaga memiliki peran penting menciptakan, menjaga, dan menanamkan kebiasaan baik terkait kebersihan.
Lembaga juga dapat memberikan contoh, mengatur kebijakan, melakukan sosialisasi, hingga memfasilitasi kegiatan kerja bakti untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan sekitar.
Bank Indonesia DIY juga memberikan apresiasi berupa uang kertas Rp 75.000,00 kepada lima peserta yang paling aktif memungut sampah. Apresiasi tersebut diberikan kepada Dorothea Wahyu Ariani (Guru Besar FE UMBY) dan Wahyu Wiryono (Notaris) serta tiga staf KPwBI DIY.
”Masing-masing peserta juga mendapat satu bibit pohon jambu air untuk menghijaukan lingkungan kantor dan rumah,” tambah Sri Darmadi.






