Orari Mengenang 20 tahun Gempa Bumi Jogja

oleh -27 Dilihat
GEMPA: Anggota Orari Lokal Yogyakarta berdiskusi mengenang 20 tahun gempa bumi.(Foto: Y Sri Susilo)

JOGJA, bisnisjogja.id – Organisasi Radio Amatir Indonesia (Orari) Lokal Yogyakarta (OLY) menggelar Special Event Station (SES) 8G20GBY untuk mengenang 20 tahun gempa bumi, Selasa (26/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di nDalem Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta.

Seperti diketahui, pada tanggal 27 Mei 2006 di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,9 skala Richter. Gempa tersebut mengakibatkan sebanyak 5.338 korban jiwa berasal dari wilayah DIY (mayoritas di Kabupaten Bantul).

Di samping itu, juga mengakibatkan lebih dari 60.000 rumah rusak parah. Gempa juga merusak beberapa situs bersejarah penting seperti Keraton Yogyakarta dan kompleks Candi Prambanan.

Enam Tujuan Kegiatan

”Kegiatan SES setidaknya mempunyai 6 maksud dan tujuan,” jelas Edy Karsono (YC2YIZ) selaku Ketua Orari Lokal Kota Yogyakarta (OLY).

Menurut Edy tujuan itu, pertama, memupuk kewaspadaan masyarakat agar lebih siap bila menghadapi gempa bumi. Agar masyarakat lebih peduli tentang bencana.

Kedua, membangun budaya kesadaran masyarakat tentang hidup harmonis bersama bencana harus diwujudkan dalam rangka ketahanan dari bencana gempa bumi.

REFLEKSI: Peserta refleksi 20 tahun gempa Jogja.(Foto: Y Sri Susilo)

Ketiga, menyebarluaskan lokasi pusat gempa bumi Yogyakarta (epicentrum) Potrobayan, sebagai tempat wisata edukasi dan laboratorium alam yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Keempat, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan anggota Orari khususnya berkomunikasi dengan baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sistem Komunikasi Kedaruratan

Kelima, mempererat silaturahmi seluruh anggota ORARI dengan mitra strategis baik pemda, TNI/POLRI, perguruan tinggi, dan komunitas masyakarat.

Keenam, wadah eksperimen anggota Orari Lokal Kota Yogyakarta dalam mempersiapkan system komunikasi kedaruratan (Emergency Communication System) dan Perangkat Komunikasi Darurat (Emergency Communication Device).

Selanjutnya Iriandhie (YB2YSK) menginformasikan peserta SES adalah seluruh anggota yang sudah mempunyai IAR (Izin Amatir Radio) dan KTA (Kartu Tanda Anggota) serta radio amatir dari mancanegara. Sertifikat diberikan kepada peserta yang berhasil QSO dengan Station 8G20GBY sesuai band masing-masing.

Seperti diketahui, Orari adalah wadah resmi bagi masyarakat yang memiliki hobi komunikasi radio dan teknik elektronika. Beberapa kegiatan utamanya meliputi pelatihan komunikasi radio, dukungan komunikasi (dukom) misalnya saat bencana atau hari raya, kontes (kompetisi) komunikasi, dan eksperimen teknik elektronika.

”Kegiatan SES ini merupakan salah satu yang dilakukan secara terjadwal dan kontinyu oleh OL,” jelas Y Sri Susilo (YD2UKH) selaku Humas OLY.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.