Peluang Besar, Turki Butuh 250.000 Tenaga Kerja Hotel dan Restoran

oleh -1788 Dilihat
TENAGA KERJA: Narasumber menyampaikan kebutuhan tenaga kerja di negara Turki.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Di tengah situasi global yang tidak menentu, ternyata masih ada peluang besar. Peluang tersebut yakni bekerja di Turki yang membutuhkan ribuan tenaga kerja setiap tahun.

Negara tersebut membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia sektor perhotelan dan restoran. Kebutuhan tenaga kerja mencapai 250.000 orang per tahun. Karena itu Turki menjadi tujuan baru yang menjanjikan bagi pekerja migran.

Melihat potensi besar tersebut, PT Baham Putra Abadi, perusahaan resmi Pelaksana Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), mengadakan Sosialisasi Penempatan Tenaga Kerja ke Turki yang dihadiri 50 pimpinan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan sekolah pariwisata dari DIY dan Jawa Tengah.

Acara berlangsung di Hotel Cavinton, Yogyakarta. Hadir pula perwakilan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi dari Kabupaten Bantul dan Sleman.

Peluang Besar

Direktur Utama PT Baham Putra Abadi, Irwandi Rustam, menjelaskan bahwa fokus perusahaan sejak 2022 adalah ke Turki karena peluang besar di sana, terutama dalam sektor hospitality.

”Turki membutuhkan tenaga kerja sektor hotel dan restoran, dengan gaji minimum yang saat ini mencapai US 630 dolar atau setara dengan 21.000 Lira Turki. Peluang ini sangat baik karena kebutuhan tenaga kerja di sana terus meningkat setiap tahunnya,” ungkap Irwandi yang juga anggota Asosiasi Perpemindo (Perkumpulan Pengusaha Penempatan Migran Indonesia).

Menurut Irwandi, orientasi ke pasar Eropa, khususnya Turki, memberikan keuntungan lebih besar dibanding negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, yang sebelumnya menjadi fokus PT Baham.

Gaji yang lebih tinggi dan kebutuhan tenaga kerja di sektor-sektor profesional menjadi alasan utama pergeseran tersebut.

”Saat ini kami menargetkan untuk mengirimkan 300 tenaga kerja di tahun 2024 untuk musim kerja 2025. Selanjutnya, kami menargetkan 2.000 hingga 2.400 tenaga kerja untuk tahun 2025. Target kami masih sangat kecil, hanya sekitar satu persen dari total kebutuhan tenaga kerja perhotelan di Turki,” paparnya.

Perlu Kolaborasi

Dalam sosialisasi ini, PT Baham menekankan pentingnya kolaborasi dengan LPK sebagai lembaga yang mempersiapkan calon tenaga kerja. Irwandi menegaskan pihaknya ingin memastikan tenaga kerja yang dikirim telah mendapatkan pelatihan yang memadai sesuai kebutuhan di Turki.

Direktur Operasional PT Baham Putra Abadi, Aditya Nugraha, menjelaskan pentingnya mematuhi regulasi yang diatur dalam Undang-Undang No. 18 Tahun 2017 tentang Pekerja Migran Indonesia.

”Kami ingin memastikan proses penempatan tenaga kerja berjalan sesuai aturan hukum, demi mencegah praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Karena itu, kami mengadakan sosialisasi ini agar LPK memahami prosedur yang benar dan dapat melindungi calon tenaga kerja dengan baik,” imbuh Aditya.

Rahardian Aditya Maulana dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Bantul mengapresiasi keterbukaan PT Baham dalam memaparkan peluang kerja, prosedur lengkap, beserta dasar aturan hukumnya secara detail.

Ia menyatakan bahwa Disnaker Bantul transparan dalam melayani masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin bekerja ke luar negeri sebagai tenaga terampil. Ia juga menyoroti peran LPK yang selama ini cenderung fokus pada penempatan kerja, namun sering mengabaikan fungsi utamanya, yaitu mendidik siswa-siswi untuk menjadi tenaga kerja terampil di bidangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.