JAKARTA, bisnisjogja.id – Uskup Larantuka, Mgr Yohanes Monteiro, menegaskan pentingnya orientasi pembangunan kesejahteraan bagi ribuan umat diaspora asal Flores Timur dan Lembata yang merantau di wilayah Jabodetabek.
Penegasan strategis tersebut disampaikan dalam rangkaian perayaan misa syukur tahbisan episkopal yang dihadiri oleh para pelaku ekonomi migran dan tokoh masyarakat di Jakarta.
Dalam arah kebijakan pastoralnya, sang Uskup menempatkan sektor ekonomi sebagai fondasi penting yang harus digarap secara serius demi mendongkrak daya saing umat di tanah rantau.
Menurutnya, kondisi ekonomi di wilayah asal—Flores Timur dan Lembata—masih menghadapi berbagai keterbatasan struktural yang membutuhkan intervensi produktif secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, penguatan sektor finansial dan kemandirian usaha tidak lagi dipandang sekadar urusan duniawi, melainkan sebagai bentuk perwujudan nyata dari nilai-nilai spiritualitas iman.
Program Pemberdayaan Ekonomi
“Kita berusaha supaya dengan kemampuan yang ada, rasa percaya diri ditumbuhkan, dan potensi lokal dikembangkan melalui program pemberdayaan ekonomi,” ujar Mgr Hans Monteiro.
Fokus pemulihan ekonomi kerakyatan ini dinilai sangat mendesak untuk merangsang produktivitas masyarakat serta memperkecil jurang kesenjangan finansial antarwilayah.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui penanaman motivasi bisnis, penggalian potensi komoditas unggulan, serta penguatan jaringan distribusi antardaerah bagi para pelaku usaha kecil.
Semangat gotong royong lintas sektor dan lintas agama yang turut mewarnai acara penyambutan dinilai menjadi modal sosial yang kuat untuk menggerakkan ekosistem bisnis bersama.
Melalui pendekatan ekonomi berbasis iman ini, kalangan diaspora diharapkan mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan mandiri sekaligus pendorong stabilitas ekonomi regional di masa depan.





