Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni FEB UGM, Gumilang Aryo Sahadewo PhD menekankan kampus tak hanya memberikan pelatihan dan pembelajaran secara teknis terkait akuntansi, tetapi juga bagian dari misi kampus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
JOGJA, bisnisjogja.id – Sebanyak 17 siswa SMKN 1 Bintuni, Papua Barat, berkesempatan belajar di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM).
Mereka memperoleh pengalaman berharga selama tujuh minggu. Para siswa mendapatkan banyak pengetahuan baru tidak hanya tentang materi akuntansi tetapi juga merasakan atmosfer akademik kampus UGM.
Mereka juga mencoba aplikasi bisnis modern yang dikembangkan oleh peneliti FEB UGM, hingga belajar tentang kewirausahaan.
Pembelajaran tersebut merupakan kesempatan emas. Tak semua orang bisa merasakan atmosfer di kampus FEB UGM. Belajar jauh dari kampung halaman di UGM menjadi cerita baru bagi generasi muda Teluk Bintuni.
”Kami mendapat banyak pengalaman baru yang belum pernah kami alami misalnya, mencoba aplikasi SIDEK Edu (Sistem Informasi Debit Kredit untuk Edukasi) yang merupakan platform pembelajaran digital yang mempermudah pembelajaran akuntansi,” ungkap salah satu siswa, Indriyanti Erare.
Selain itu, ia dan teman-temannya juga mencoba SIDEK ERP, aplikasi berbasis web yang dikembangkan untuk membantu perencanaan sumber daya perusahaan khususnya sektor UMKM secara terintegrasi.
Tantangan Baru
Indriyanti menyampaikan pengalamannya dalam Closing Ceremony Pelatihan Intensif Akuntansi, Keuangan Lembaga, dan Komputer Akuntansi bagi siswa SMKN 1 Bintuni di Function Hall Gedung Pusat Pembelajaran FEB UGM.
Ia mengatakan tak mudah mempelajari hal baru. Namun dengan semangat dan ketekunan yang kuat mereka berhasil menaklukan rintangan. Mereka antusias mengikuti kegiatan pelatihan sejak 14 Juli hingga 26 Agustus 2025 di FEB UGM.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni FEB UGM, Gumilang Aryo Sahadewo PhD menekankan pelatihan tak hanya memberikan pelatihan dan pembelajaran secara teknis terkait akuntansi, tetapi juga bagian dari misi kampus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program tersebut lahir dari kolaborasi FEB UGM melalui Pusat Kajian Akuntansi Pendidikan (PKAP) dan Pusat Kajian Sistem Informasi (PKSI), Penelitian dan Pengembangan Akuntansi RDSI dengan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni sejak tahun 2024.
Kepala Bidang Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Teluk Bintuni, Sahroni Kosepa SPd menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada FEB UGM yang bersedia berkolaborasi untuk memajukan pendidikan Papua.
Pelatihan tidak hanya memberikan bekal bagi siswa SMKN 1 Bintuni dengan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga dengan semangat profesionalisme dan etika kerja.
”Kami berharap siswa-siswa bisa memanfaatkan ilmu yang diperoleh dengan baik dan menjaga semangat belajar. Kelak mereka isa menjadi sumber daya manusia unggul untuk membangun Teluk Bintuni lebih maju,” tandas Sahroni.





