Perluasan Perkebunan Sawit Memicu Deforestasi

oleh -539 Dilihat
Dekan Fakultas Biologi UGM Prof Budi Setiadi Daryono.(Foto: istimewa)

JOGJA, bisnisjogja.id – Perluasan perkebunan kelapa sawit bakal memicu kembalinya deforestasi. Pasalnya, pohon sawit tidak sama dengan pohon lainnya.

Dekan Fakultas Biologi UGM Prof Budi Setiadi Daryono menolak keras upaya penambahan perkebunan kelapa sawit yang akan mengancam kembalinya kerusakan hutan dan biodiversitas.

”Kami menolak keras rencana tersebut. Banyak riset menyatakan kawasan perkebunan sawit tidak mampu menjadi habitat satwa liar dan hampir nol persen keragaman hayati berkembang,” tandas Budi, Jumat (10/1/2025).

Ia mengungkapkan selama ini dampak perkebunan sawit yang sangat luas dengan model monokultur ternyata rentan meningkatkan konflik satwa liar dan manusia.

Akibat lebih jauh, berkurangnya populasi satwa liar yang dilindungi oleh UU seperti Orang utan, Gajah, Badak dan Harimau Sumatera. Flora dan fauna yang dilindungi semakin berkurang karena deforestasi akibat pembukaan perkebunan sawit.

Jalankan Aturan

Budi yang juga Ketua Konsorsium Biologi Indonesia (KOBI) minta Presiden Prabowo sebaiknya menjalankan Instruksi Presiden No 5 Tahun 2019 tentang Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Kelola Hutan Alam Primer dan Lahan Gambut.

”Dari Inpres tersebut, seluas 66, 2 juta hektar hutan alam dan lahan gambut seluas negara Prancis dapat diselamatkan dari kerusakan,” tandasnya.

Ia juga menginginkan pemerintah konsisten menjalankan aturan yang sudah dibuat terkait Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan Berkelanjutan.

Indonesia memiliki 125 juta hektar kawasan hutan negara yang dikelilingi 27.000 desa. Pada kawasan konservasi seluas 26,9 juta hektar dikelilingi oleh 6.700 desa dengan penduduk lebih dari 16 juta jiwa keluarga tani. Kelestarian hutan berdampak langsung pada keselamatan jutaan keluarga tani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.