Ponpes Al Mahalli Bantul Gandeng Petani Kembangkan Sorgum di Lahan Marginal

oleh -0 Dilihat
SORGUM: Tanam sorgum sebagai alternatif pangan pokok.(Foto: istimewa)

BANTUL, bisnisjogja.id – Upaya mengoptimalkan lahan marginal untuk memperkuat ketahanan pangan nasional terus digalakkan di Kabupaten Bantul.

Pondok Pesantren Al Mahalli Watu Ageng di Imogiri mengambil langkah strategis dengan menggandeng Kelompok Tani Taman Mojo dan Gapoktan Marsudi Makmur.

Kolaborasi ini fokus pada pengembangan budidaya tanaman sorgum sebagai komoditas pangan alternatif yang dinilai adaptif menghadapi tantangan perubahan iklim.

Penanaman perdana dilakukan secara simbolis di lahan masyarakat Al Mahalli Watu Ageng pada Minggu (2/8/2026), dihadiri oleh jajaran pejabat daerah dan tokoh masyarakat setempat.

Potensi Besar Sorgum

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Joko Waluyo, menyatakan bahwa sorgum memiliki potensi besar karena mampu tumbuh subur di wilayah dengan ketersediaan air terbatas.

“Kami berharap lahan-lahan marginal di Imogiri maupun wilayah lain di Bantul bisa dimanfaatkan untuk sorgum sehingga lahan yang selama ini kurang produktif dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Joko.

Joko menambahkan, berkaca dari pengalaman tahun 2013 hingga 2015, tantangan utama pengembangan sorgum kala itu adalah ketersediaan pasar.

Kini, dengan meningkatnya kesadaran diversifikasi pangan, prospek ekonomi sorgum dinilai jauh lebih menjanjikan bagi para petani.

Bisa untuk Pakan Ternak

Dari sisi teknis, tanaman ini menawarkan efisiensi tinggi dengan siklus panen yang tergolong cepat bagi sektor pertanian modern.

“Untuk kebutuhan hijauan pakan ternak dapat dipanen dalam waktu sekitar dua bulan, sedangkan untuk menghasilkan biji sebagai bahan pangan memerlukan waktu sekitar tiga bulan,” jelas perwakilan kelompok tani.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Al Mahalli Watu Ageng, Noval El Bustomi, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata dakwah sosial dan ekonomi pesantren.

“Dakwah bukan hanya berbicara di mimbar. Dakwah juga bisa diwujudkan dengan mengajak masyarakat mengelola lahan, menanam, dan menghasilkan pangan. Kita tidak perlu menunggu menjadi pejabat untuk berbuat bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.