JOGJA, bisnisjogja.id – Kamar Dagang dan Industri Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar rapat koordinasi untuk menyinkronkan dan mengoordinasikan program kerja masa bakti 2025–2030. Rapat berlangsung daring dipimpin langsung Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi yang sedang menjalankan agenda di Melbourne, Australia.
Rakor dihadiri jajaran Wakil Ketua Umum (WKU) lintas bidang, Dewan Penasehat, serta Dewan Pertimbangan. Forum menegaskan pentingnya penguatan tata kelola organisasi dan sinergi lintas pemangku kepentingan.
Dalam arahannya, GKR Mangkubumi menekankan perlunya sinkronisasi program Kadin DIY dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemda DIY, serta pemerintah kabupaten/kota se-DIY. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kolaborasi berjalan efektif, terutama di tengah rotasi dan penempatan pejabat baru di sejumlah OPD, termasuk DPMPTSP DIY.
Ia juga mendorong agar program kerja mampu berkontribusi mengurangi praktik bisnis dan investasi ilegal di wilayah DIY.
Penguatan Sister Province
Kadin DIY akan meninjau ulang kerja sama sister province dengan sejumlah daerah dan negara, seperti Hainan, Korea, dan Australia. Kerja sama diarahkan untuk mendorong bisnis, perdagangan, industri, sekaligus pertukaran budaya.
GKR Mangkubumi menegaskan, investasi di DIY harus memperhatikan aspek lingkungan hidup dan dampak sosial budaya. Ia juga membuka opsi pembentukan koperasi Kadin atau lembaga khusus untuk memfasilitasi kebutuhan para pengurus dan anggota.
WKU Koordinator Bidang 2, Robby Kusumaharta, menjelaskan bidang satu akan menjadi platform support system bagi seluruh bidang di Kadin DIY. Fokus utama mencakup penguatan tata kelola organisasi dan optimalisasi industri jasa keuangan untuk mendukung investasi serta perdagangan.
Ia menilai karakter ekonomi DIY masih dominan pada sektor perdagangan dan perlu diperkuat menuju ekosistem industri yang lebih solid. Bidang hukum akan proaktif mendorong kebijakan perlindungan praktik bisnis yang beretika.
Sementara itu bidang SDM fokus pada peningkatan kualitas human capital melalui revitalisasi pendidikan dan vokasi strategis. Bidang komunikasi, informasi, dan digital juga akan memperkuat strategi komunikasi internal dan eksternal.
Rantai Pasok dan UMKM
WKU Koordinator Bidang 2, Gunarta Adibrata, menambahkan, penguatan struktur rantai pasok dan kinerja perdagangan menjadi prioritas. Bidang UMKM dan koperasi akan menjalankan program pemberdayaan dan pembinaan koperasi sesuai rencana kerja.
Bidang 3 merancang penyelenggaraan Jogja Innovation Technology Exhibition (JITE) bertepatan dengan rapimda. Selain itu, Kadin DIY juga akan menggelar ”Kadin DIY Open Golf Tournament 2026” pada April mendatang sebagai bagian dari agenda strategis organisasi.
WKU Koordinator Bidang 4, George Iwan Marantika, menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kepala DPMPTSP DIY untuk membahas assessment investasi yang selaras dengan kaidah budaya dan lingkungan hidup.
Turnamen golf tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai forum koordinasi strategis dengan melibatkan duta besar serta pengusaha nasional dan lokal.
Melalui rakor ini, Kadin DIY menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi internal dan eksternal guna mendorong iklim usaha dan investasi yang sehat, beretika, serta berkelanjutan di DIY.





