JOGJA, bisnisjogja.id – Pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya sekadar angka, tetapi harus ”membumi” dan masyarakat luas bisa merasakannya. Pertumbuhan bukan hanya untuk segelintir kelompok, tapi pertumbuhan yang berkualitas untuk menyejahterakan banyak orang.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie mengungkapkan itu saat melantik dan mengukuhkan kepengurusan Kadin DIY masa bakti 2025-2030 di The Alana Hotel Yogyakarta, Sabtu (31/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, GKR Mangkubumi resmi memimpin Kadin DIY lima tahun ke depan.
Ia mengatakan pendapatnya usai berdiskusi dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Ia juga mengapresiasi capaian ekonomi DIY yang mampu tumbuh 5 persen (YoY). Namun, Anindya menekankan pentingnya kualitas pertumbuhan.
Modal Unik Yogyakarta
Anindya menyoroti tiga modal unik Yogyakarta yang menjadi resep sukses pertumbuhan berkelanjutan. Modal manusia dan kreativitas, yakni pendidikan dan pariwisata yang menopang 60 persen PDRB.
Berikutnya modal UMKM dan heritage economy. Kekuatan kultur dalam unit usaha kuliner, kriya, dan fashion. Tak ketinggalan modal stabilitas dan fokus lokal, pembangunan yang menyasar hingga level kelurahan.
Ia juga membagikan gagasan besar Presiden Prabowo Subianto mengenai ”Indonesia Incorporated”, yakni semangat gotong royong agar seluruh pelaku usaha maju bersama-sama.
Secara organisasi, Anindya mengungkapkan bahwa revisi UU Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kadin telah masuk dalam prolegnas. Hal ini bertujuan Kadin semakin relevan menjawab tantangan zaman dan memperkuat kemitraan dengan pimpinan daerah di seluruh Indonesia.
Komitmen Kadin DIY
Usai dilantik, GKR Mangkubumi menegaskan komitmen Kadin sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DIY. Ia menyatakan siap mendukung penuh visi ”Pancamulia” Gubernur DIY melalui langkah nyata di lapangan.

Kadin DIY berkomitmen bersinergi aktif melalui reformasi kelurahan, pemberdayaan kawasan selatan, serta pengembangan budaya inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi.
”Visi bertujuan meningkatkan kemuliaan hidup warga dan mengurangi kemiskinan,” ujar GKR Mangkubumi.
Guna mencapai hal tersebut, Kadin DIY mengadopsi tiga filosofi utama Yogyakarta. Filosofi itu ”Hamemayu Hayuning Bawono, Sangkan Paraning Dumadi, dan Manunggaling Kawulo Gusti”.
Ketiganya sebagai kompas etika bisnis yang menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial.
”Mari kita satukan langkah dan kuatkan kolaborasi demi masa depan DIY yang berdaya saing, berkeadilan, dan berkelanjutan,” tandas Mangkubumi.





