Tiga Filosofi Utama sebagai Landasan Organisasi

oleh -65 Dilihat
Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi.(Foto: istimewa)

 

  • Pembangunan ekonomi daerah tidak dapat berjalan sendiri.
  • Kadin DIY mampu menjadi kekuatan penggerak ekonomi daerah.

 

PELANTIKAN Pengurus Kadin Daerah Istimewa Yogyakarta Masa Bakti 2025–2030 bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan peneguhan amanah dan tanggung jawab strategis sebagai mitra pembangunan daerah, penggerak dunia usaha, sekaligus penjaga nilai-nilai luhur Yogyakarta.

Kadin DIY menyadari sepenuhnya bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak dapat berjalan sendiri. Oleh karena itu, Kadin DIY berkomitmen bersinergi dan berkolaborasi secara aktif dengan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY serta Visi Gubernur.

Visi tersebut ”Terwujudnya Pancamulia Masyarakat Jogja melalui Reformasi Kalurahan, Pemberdayaan Kawasan Selatan, serta Pengembangan Budaya Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi”. Visi bertujuan meningkatkan kemuliaan hidup warga, mengurangi kemiskinan, dan ketimpangan wilayah.

Sinergi diwujudkan melalui penguatan peran dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja dalam penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM, peningkatan investasi yang berkualitas, serta pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dalam menjalankan peran tersebut, Kadin DIY meneguhkan komitmen untuk menjadikan tiga filosofi utama Yogyakarta sebagai landasan nilai, etika, dan arah kebijakan organisasi selaras serta sesuai dengan moto ”Tabah, Jujur dan Setia”.

Filosofi “Hamemayu Hayuning Bawana”

Hamemayu Hayuning Bawana mengajarkan kewajiban untuk merawat, menjaga, dan memperindah tatanan kehidupan dunia. Dalam konteks pembangunan ekonomi, filosofi ini selaras dengan Kerangka Sustainable Development Goals (SDGs).

Kerangka tersebut menekankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial serta pengarus utamaan Environmental Social Governance (ESG) dalam praktik bisnis.

Kadin DIY mendorong dunia usaha agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan arah RPJMD DIY dan visi pembangunan hingga 2027, yang menempatkan kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan sebagai prioritas utama.

Filosofi ”Sangkan Paraning Dumadi”

Sangkan Paraning Dumadi mengajarkan kesadaran akan asal-usul dan tujuan akhir setiap tindakan, yang menuntun manusia untuk senantiasa bertindak dengan tanggung jawab moral.

Nilai ini menjadi dasar penguatan integritas dan penerapan prinsip Good Corporate Governance dalam dunia usaha.

Kadin DIY berkomitmen membangun ekosistem usaha yang beretika, transparan, akuntabel, dan patuh terhadap hukum. Dengan integritas yang kokoh, dunia usaha akan menjadi pilar kepercayaan publik serta mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan target pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD DIY.

Filosofi ”Manunggaling Kawula Gusti”

Manunggaling Kawula Gusti mencerminkan kesatuan antara pemimpin dan rakyat, antara kebijakan dan aspirasi masyarakat. Filosofi ini selaras dengan nilai demokrasi, partisipasi, dan dialog sosial.

Dalam konteks Kadin DIY, nilai tersebut diwujudkan melalui kepemimpinan yang inklusif, pengambilan keputusan yang partisipatif, serta kolaborasi erat antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

Kadin DIY harus menjadi wadah bersama, tempat seluruh pelaku usaha besar, menengah, dan kecil dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan ekonomi daerah.

Tantangan ke depan semakin kompleks, namun dengan sinergi, kolaborasi, integritas, dan semangat kebersamaan, saya yakin Kadin DIY mampu menjadi kekuatan penggerak ekonomi daerah serta mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Yogyakarta yang berdaya saing, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Mari kita satukan langkah, selaraskan niat, dan kuatkan kolaborasi demi masa depan Daerah Istimewa Yogyakarta yang kita cintai.

  • Disampaikan Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi dalam pelantikan Pengurus Kadin DIY masa bakti 2025-2030.

No More Posts Available.

No more pages to load.