JOGJA, bisnisjogja.id – Musisi folk asal Temanggung, Umar Haen, resmi merilis single terbarunya yang berjudul ”Tak Jadi Main Bola”. Momentum perilisan sengaja mengambil waktu menjelang laga final Piala Dunia lalu yang tengah menyedot perhatian global.
Karya terbarunya menjadi perkenalan perdana sekaligus jembatan menuju kantong album penuh keduanya. Album bertajuk ”Busa Sabun Masuk ke Mata” tersebut dijadwalkan rilis pada 6 Agustus 2026 mendatang.
Melalui singlenya, Umar mengambil pendekatan naratif yang kuat dalam penulisan lirik dengan menghadirkan karakter bocah bernama Izan. Karakter ini dipilih untuk mengisahkan ironi tentang menyempitnya ruang publik bagi anak-anak di tingkat tapak.
Ketika mata dunia sedang tertuju pada pesta sepak bola besar, di sudut lain, seorang anak justru harus kehilangan tempat bermainnya. Lagu ini menangkap potret kepolosan Izan yang digambarkan lewat detail-detail kecil yang jujur dan menyentuh.
Lapangan jadi Bangunan
Izan digambarkan bersiap dengan menyikat sepatu bola kesayangannya menggunakan sikat gigi, lalu mengayuh sepeda menuju lapangan tempat mimpinya ditanam. Namun, sesampainya di sana, ia mendapati ruang bermainnya telah berganti menjadi deretan pondasi bangunan.
Umar mengaku menulis lagu ini setelah mengamati fenomena masifnya alih fungsi lahan dan pembangunan sepihak. Menurutnya, banyak proyek yang berjalan tanpa melibatkan musyawarah atau mendengar kebutuhan riil warga.
”Saya banyak mendengar kisah dan berita soal pembangunan fasilitas yang terkesan dipaksakan di banyak daerah. Bahkan dengan minim pelibatan warga setempat,” ungkapnya.
Sebagai musisi yang tumbuh di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Umar menyaksikan sendiri bagaimana ruang komunal warga perlahan menyempit akibat pembangunan yang kurang partisipatif.
Pengalaman Sendiri
”Di daerah asal saya pun, fenomena alih fungsi lahan publik yang sempat memicu polemik warga nyata terjadi. Realitas di depan mata itulah yang jadi dorongan bagi saya untuk melahirkan lagu ini,” jelas Umar.
Pendekatan penulisan lagu juga dipengaruhi oleh pengalaman Umar saat mengikuti residensi AMP3 di Filipina pada Juni 2025 lalu. Di bawah bimbingan musisi senior Jess Santiago, ia belajar untuk mulai menulis dari hal terdekat karena di situlah persoalan besar sebenarnya berada.
Bagi Umar, singlenya menjadi cetak biru untuk materi album keduanya yang sarat akan pesan sosial dan otentik.
”Saya menulis album kedua ini dengan niat merekam peristiwa dan menjadikannya sebuah kesaksian, bagaimana perasaan saya menjadi warga negara hari-hari ini,” pungkasnya. Saat ini, single ”Tak Jadi Main Bola” sudah bisa dinikmati di berbagai platform streaming musik digital.






