Visi dan Misi Wali Kota Jogja

oleh -1128 Dilihat
Bakti Wibawa (Foto: istimewa)

KEMARIN malam, ketika baru datang dan bersalaman dengan para undangan yang sudah ada di deretan depan, saya sudah mendengar dari MC, nama saya disebut dan dipersilakan untuk langsung menuju mimbar.

Saya terhenyak, malam ini waktunya saya untuk maju ke panggung yang memang sudah disiapkan oleh warga.

Mereka bertepuk tangan cukup antusias, sambil menyebut nama saya keras-keras, ”Bowo … Bowo … Bowo”. Itu nama saya yang dikenal di kampung Taman, bukan Bakti seperti di sekolah dulu dan di ketika di kantor.

Saya lirik ke depan kanan, melihat tulisan backdrop …”Malam sosialisasi dan penyampaian visi misi Wali Kota Jogja 2024 -2029”.

Seperti masih tak percaya, ternyata saya yang ditunggu-tunggu oleh sebagian besar warga Tamansari.

Seperti biasa, saya tak biasa berpidato tanpa teks. Maka saya keluarkan hp dari saku baju saya, membuka file pidato. Sambil tersenyum saya mulai dengan salam untuk warga.

Assww. Bapak, Ibu, Saudara-saudara, Adik-adik dan Anak-anakku semua, Warga Kampung Tsmansari yang amat saya banggakan. Mohon maaf, agar yang akan saya sampaikan tidak ada yang terlewat izinkan saya baca teks ya.Baiklah bapak ibu yang saya hormati dan saya banggakan. Berikut kami sampaikan visi misi kami, jika diijinkan untuk memimpin kota tercinta ini lima tahun ke depan.’

***

Jadi, visi – misi wali kota Yogyakarta lima tahun ke depan, saya pribadi ingin sekali kita bisa bekerja bersama (pemimpin dan masyarakatnya) untuk dapat diwujudkan cita-cita bersama, dengan fokus pada nilai-nilai utama yang mendukung kota Yogyakarta bisa mewujudkan jargon lama kita ”Jogja Berhati Nyaman”, yakni Jogja sebagai kota yang bersih, sehat, indah, nyaman, dan aman.

Kunci utama dari visi ini adalah prinsip ”Bersih itu pangkal sehat”.

Berikut adalah visi dan misi lengkap yang dapat diusulkan. Visi, menjadikan Yogyakarta sebagai kota berhati nyaman, yang bersih, sehat, indah, nyaman, dan aman, di mana setiap warga dapat hidup dengan kualitas lingkungan yang optimal serta harmoni sosial yang kuat.

Misi saya sebagai berikut,

Pertama, kebersihan kota. Mengutamakan kebersihan kota melalui pengelolaan sampah yang baik, benar dan efektif-efisien, adanya edukasi literasi bagi pendidikan warga tentang pentingnya kebersihan, dan perbaikan infrastruktur untuk drainase dan sanitasi.

Ingat pepatah ”kebersihan adalah pangkal kesehatan” adalah kunci untuk menciptakan kota yang bersih, sehat dan indah.

Kedua, kesehatan masyarakat. Meningkatkan layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas, serta mendorong gaya hidup sehat di kalangan masyarakat.

Upaya ini mencakup peningkatan fasilitas kesehatan dan program pencegahan penyakit. Puskesmas, puspaud, taman gizi, komunitas cinta kesehatan dan olahraga, dengan tenaga medis dan paramedis yang dijamin cukup. Rumah sakit dan obat-obatan yang cukup, tersedia.

Ketiga, keindahan kota. Merawat dan memperindah ruang publik serta cagar budaya. Jalan akses utama, jalan arteri, gang, hingga jala-jalan bantaran kali terjaga bersih dan indah. Kita punya 30 persen warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang ada di kota Jogja, harus tidak luput dari perhatian.

Keindahan kota yang terjaga tidak hanya memberikan suasana yang menyenangkan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan warga dan tamu kita, para wisatawan.

Keempat, kenyamanan lingkungan. Menciptakan kota yang ramah bagi semua orang dengan memperbaiki infrastruktur jalan, fasilitas umum, pasar, pusat bisnis, sekolah, tempat olah raga, keagamaan, serta meningkatkan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Kelima, keamanan dan ketenteraman. Membangun sistem keamanan yang lebih baik melalui teknologi mutakhir dan kerja sama antara pemerintah dan warga, sehingga tercipta suasana aman yang membuat warga merasa tata titi, tentrem dan ayem.

***

Dengan menjadikan kebersihan sebagai prioritas, semua aspek lainnya, seperti kesehatan, keindahan, kenyamanan, dan keamanan, dapat tercapai dan menjadikan Yogyakarta sebagai kota yang benar-benar berhati nyaman.

Demikian sedikit yang bisa saya sampaikan, semoga bisa sedikit mencerahkan. Terima kasih atas perhatiannya, mohon maaf bila ada kesalahan, saya akhiri wassalamu’alaikum wrwb.

Dijawab warga dengan ”Wa’alaikumussalam wrwwb …” prok-prok-prok, tepuk tangan cukup meriah.

Sambil tetap tersenyum, saya mundur turun dari podium, menuju ke arah deretan kursi terdepan forum yang tampak asing bin aneh itu.

Tapi … sebelum saya saya sampai di tempat duduk, tiba-tiba saya mendengar dari pengeras suara masjid ”Allahuakbar Allahuakbar ….”

Saya terjaga dari tidur, karena mendengar suara adzan awal dari masjid dekat rumah tersebut.

Ternyata saya tadi pidato hanya di alam mimpi, mimpi jadi calon Walikota Jogja.

  • Penulis, Drs Bakti Wibawa M Si, Perekayasa BRIN, Pengurus ISEI Cabang Yogyakarta dan warga Kota Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.